Kasus Serupa RS Sumber Waras, DPR Nilai Proses Hukum Dahlan Iskan Janggal

Minggu, 30 Okt 2016 | 08.00 WIB

Kasus Serupa RS Sumber Waras, DPR Nilai Proses Hukum Dahlan Iskan Janggal

Dahlan Iskan (dok Centroone)


Centroone.com - Mantan Menteri BUMN yang juga bos media , Dahlan Iskan, Kamis, (27/10/2016) ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur setelah ditetapkan tersangka dalam kasus penjualan berupa tanah dan bangunan aset PT Panca Wira Usaha (PWU).   Ada dua aset yang diduga bermasalah pelepasannya, yakni aset di Kediri dan Tulungagung. Transaksi penjualan terjadi pada tahun 2003.

Penyidik menduga penjualan aset itu cacat hukum sejak proses awal. Penjualan tanpa melalui prosedur yang ditentukan. Penyidik menengarai aset dijual dengan harga di bawah harga pasaran kala transaksi terjadi. Uang hasil penjualan aset diduga tidak semua dimasukkan ke kas perusahaan PT PWU.   Penahanan Dahlan Iskan, mendapatkan perhatian khusus dari  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Mantan politikus PKS ini menilai, proses hukum terhadap mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur penuh dengan kejanggalan. Fahri lalu membandingkan kasus pelepasan aset BUMD Pemprov Jatim, PT Panca Wira Usaha (PWU), yang menjerat Dahlan, dengan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, kedua kasus itu sama-sama merupakan pelepasan aset yang menimbulkan kerugian negara. Bahkan, untuk kasus Sumber Waras, kata dia, sudah ada audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyatakan kerugian negara. "Kenapa Sumber Waras yang sudah ada temuan BPK tidak diproses, sementara kasus Pak Dahlan setahu saya tidak ada temuan BPK diproses?" ucap Fahri, Sabtu, (29/10/2016). "Maka, inilah jahatnya hukum kalau sudah mulai pandang bulu, bencanalah bangsa ini ke depan," kata Fahri lagi.

Saat akan dibawa ke mobil tahanan, Dahlan sempat menuturkan  tidak kaget dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Menurut Dahlan, sejak awal dia sudah diincar penguasa. "Saya memang sudah lama diincar penguasa," kata Dahlan saat keluar dari ruang penyidikan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuju mobil tahanan. Fahri menuturkan hal itu tidak mengherankan baginya.  "Cocok kata Pak Dahlan, dia diincar oleh penguasa karena penguasa sedang melindungi satu kelompok, lalu supaya tampak bekerja, dia menghajar kelompok lain," kata Fahri lagi. bbs