Dewan Tegaskan Reklame Viaduk Kertajaya Harus Dibongkar

Rabu, 27 Jan 2016 | 06.00 WIB

Dewan Tegaskan Reklame Viaduk Kertajaya Harus Dibongkar

Reklame di Viaduk yang ditutupi (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Viaduk di Jl Kertajaya termasuk salah satu benda cagar budaya di Kota Surabaya. Di tempat itu seharusnya benar-benar dilindungi kelestariannya. Namun kenyataannya, viaduk itu justru tak terlihat karena tertutup badan reklame.

Awal pemasangan, DPRD Kota Surabaya protes keras. Namun pemilik reklame tetap berhasil mendapatkan izin pendirian reklame tersebut. Kini setelah setahun dan izin reklame itu berakhir, DPRD Surabaya kembali buka suara.

Keberadaan papan reklame di jembatan viaduk Jl Kertajaya yang sejak Nopember 2015 tak berizin alias izinnya mati, dipertanyakan dewan lantaran reklame itu masih kokoh berdiri.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vincensius Awey mengungkapkan, dalam Perda tentang Cagar Budaya disebutkan, bangunan cagar budaya tidak boleh tertutupi oleh papan reklame. Begitu juga dengan bangunan cagar budaya yang tidak boleh dikurangi atau ditambah dengan hal-hal lain. Ini sebenarnya menjadi aturan tegas yang menyertai keberadaan cagar budaya.

Menurut Awey, viaduk Kertajaya sebagai cagar budaya sudah dikomersilkan dengan dalih untuk mengais PAD. Dalam hal ini, cagar budaya viaduk Kertajaya itu tak ditunjukan ke masyarakat. Bangungan itu tak dirawat dan dilestarikan, padahal ada unsur edukasi sejarah yang terkandung pada viaduk tersebut.

Reklame di viaduk itu menutup seluruh bangunan ini akibat dua sisi viaduk ditutup reklame. Yang disesalkan dan selalu jadi modus pemilik biro reklame adalah memasang reklamenya lebih dulu sebelum pemkot membuat aturan. Karena itu, pemkot tak bisa serta merta membongkarnya, sebab pemilik reklame lebih dulu mengantongi izin pendirian sebelum ada perda yang mengatur.

Namun menurut Awey, pemkot hanya bisa tak mengeluarkan izin perpanjangannya saja. Seharusnya, jika izin tak diberikan, akhir Januari ini reklame tersebut sudah harus dibersihkan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota (DPUCKTR) Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, izin pemasangan reklame di viaduk Kertajaya ini akan habis akhir bulan ini. Pemasangan reklame di viaduk tersebut pada dasarnya tidak melanggar karena sudah ada izin dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Izin tersebut dikeluarkan lebih dulu oleh PT KAI sebelum ada Perda Cagar Budaya.

Sementara Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, bangunan cagar budaya boleh dipasang papan reklame, namun  ukurannya tidak boleh besar atau bahkan tidak menutup bangunan cagar budaya. Kalaupun hendak memasang reklame dibangunan cagar budaya, harus melibatkan tim cagar budaya untuk melakukan kajian. (windhi/by)