3 Alasan Kenapa Akik Mulai Ditinggalkan

Rabu, 09 Sep 2015 | 15.00 WIB

3 Alasan Kenapa Akik Mulai Ditinggalkan

batu akik dalam sebuah pameran (centroone)


CENTROONE.COM - Sempat booming besar-besaran, belakangan tren batu akik menunjukkan penurunan. Meskipun di setiap suduh kota, terutama di kawasan Indonesia Timur bertebaran sentra-sentra akik kecil dan juga lapak-lapak kecil akik bisa ditemui dengan mudah di pinggir jalan, pelan--pelan batu akik tidak lagi jadi buruan.

Menurut Sujatmiko, salah satu Geolog yang juga pakar batu mulia, ada beberapa hal yang membuat akik kehilangan pasarnya.  Berikut beberapa penyebabnya.

1. Kalah dari Batu Mulia.  “Sekarang trennya kembali ke batu mulia, seperti safir dan merah delima. Sedangkan batu Nusantara (semi-mulia) sudah mulai berkurang." kata Sujatmiko

2. Harga penjualan Akik yang sempat terkerek terlalu tinggi. “Memang overpriced. Ketika booming, orang memanfaatkannya tanpa appraisal,” katanya. “Sekarang saat pasar sudah jenuh, harganya mulai merosot.”

3. Akik Palsu.  Saat booming, Sujatmiko melanjutkan, banyak bertebaran batu akik palsu yang meruntuhkan kepercayaan masyarakat. "Bahkan beberapa yang menang counter, belakangan ternyata palsu,"

Sujatmiko sendiri mengatakan sempat menganjurkan agar pemerintah membentuk sentra batu akik yang dikelola negara. Hal itu untuk menjaga harga dan kualitas namun tidak ada tanggapan dari pemerintah.  “Belum ada respons pemerintah daerah terhadap kondisi ini." ujarnya. bbs