Maki Jatim Tuntut Kasus Korupsi Kadin Diusut Tuntas

Jumat, 04 Sep 2015 | 19.37 WIB

Maki Jatim Tuntut Kasus Korupsi Kadin Diusut Tuntas


CENTROONE.COM - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Jatim pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Dugaan itu merugikan negara senilai Rp60 miliar. Masyarakat Anti Korupsi (Maki) Jatim berharap agar proses persidangan mampu memberikan rasa keadilan pada masyarakat.

Maki meminta, jika para terdakwa terbukti bersalah, maka pengadilan harus memberi hukuman yang setimpal. Harta para terdakwa juga diharapkan Maki untuk disita sebagai pengembalian kerugian negara.  "Uang negara yang sangat besar itu seharusnya bisa dipakai untuk membangun daerah demi kepentingan masyarakat. Akibat dikorupsi maka pembangunan macet dan membawa dampak buruk bagi masyarakat,” kata Purwadi, koordinator Maki Jatim.

Sebagaimana diketahui, berdasar audit BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Jatim, akibat dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim ini, nilai kerugian negara mencapai Rp26 miliar. Dugaan ini menyeret para terdakwa, Wakil Ketua Kadin Jatim Diar Kusuma Putra (DKP) dan Nelson Sembiring (NS).

"Jangan sampai pengadilan Tipikor Surabaya dalam menyidangkan kasus ini, kemudian menjadikannya sebagai sinetron para mafia hukum yang menyakiti hati masyarakat. Jangan sampai para terdakwa diselamatkan dengan hukuman ringan dan harta hasil korupsi para pelaku tidak disita,” tambah Purwadi.

Purwadi juga berharap, pengadilan mampu membongkar pelaku utama dan siapa saja yagn menikmati uang negara tersebut. "Dilihat dari struktur organisasi dan tupoksinya, DKP dan NS hanyalah para pelaksana yang bertindak berdasarkan perintah atasan. Selain itu mereka juga tidak mempunyai wewenang dalam mencairkan uang dana hibah dari APBD Provinsi Jatim yang masuk ke rekening Kadin Jatim,” ungkap dia. (windhi/by)