Rasiyo-Abror Ajukan Permohonan Pembatalan TMS

Kamis, 03 Sep 2015 | 22.00 WIB

Rasiyo-Abror Ajukan Permohonan Pembatalan TMS

Rasiyo-Abror saat mendaftar ke KPU Surabaya (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Pasangan calon Rasiyo – Dhimam Abror Djuraid yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Surabaya pada perpanjangan pendaftaran, mendatangi Panwaslu Surabaya. Pasangan itu mengajukan permohonan ke Panwaslu Surabaya terkait hal itu.

Sebenarnya tak hanya permohonan dari pasangan itu saja, permohonan serupa sebenarnya sudah diajukan Demokrat – PAN (masing-masing ketua partai), dua hari setelah KPU menetapkan pasangan itu TMS. Hal ini diakui Ketua Panwaslu Kota Surabaya Wahyu Hariadi.

Isi dari permohonan itu adalah mengajukan pembatalan keputusan TMS serta KPU menerima pasangan Rasiyo-Dhimam Abror sebagai pasangan di Pilwali Surabaya. “Permohonan ini tak salah, karena permohonan sengketa sudah sesuai Peraturan Bawaslu 8/2015. Maksimal, sengketa ini diselesaikan dalam 12 hari setelah permohonan diterima. Terkait sengketa ini, kami memberi masukan KPU agar menunda perpanjangan pendaftaran yang dijadwalkan pada 6-8 September 2015,” kata Wahyu Hariyadi.

Masukan tentang penundaan pendaftaran itu untuk menghindari hal terburuk. Jangan sampai ada kesepakatan untuk membuka pendaftaran, namun ternyata permohonan sengketa itu dikabulkan atau disepakati. Ini akan jadi polemik baru, dimana ada pembukaan pendaftaran dan diisi calon baru, sementara pasangan Rasiyo-Abror justru dikabulkan permohonannya. “Kita sudah menyerahkan masukan permohonan itu ke KPU sebagai pertimbangan. Sifat pemberitahuan tidak harus ditaati tapi kita berharap bisa dilaksanakan," ujar dia.

Sementara, dalam putusan yang sifatnya berbentuk rekomendasi bisa menghasilkan dua keputusan. Yakni diterima sepenuhnya atau sebagian dan sebaliknya. Jika pemohon tidak menerima dengan keputusan itu, bisa mengajukan gugatan ke PTUN. Begitu juga jika hasilnya tetap sama atau tetap kalah, pemohon bisa meningkatkannya ke Mahkamah Agung.

Terkait masalah ini, Komisioner KPU Surabaya Purnomo Satrio P menjelaskan, pihaknya akan memelajari dulu permohonan tersebut. Untuk saat ini pihaknya tak bisa memberikan jawaban apakah pendaftaran pada 6-8 September itu ditunda. (windhi/by)