Warga Tuntut KPU Bekerja Sesuai Aturan, Tidak Jadi Begal Pilwali

Kamis, 03 Sep 2015 | 18.35 WIB

Warga Tuntut KPU Bekerja Sesuai Aturan, Tidak Jadi Begal Pilwali

Aksi ricuh yang terjadi saat demo di depan KPU (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Kantor KPU Kota Surabaya Jl Adityawarman, Kamis (3/9/2015), dikepung warga. Aksi yang tergabung dalam Gerakan Warga Surabaya Menggugat, menuntut agar KPU berjalan sesuai aturan sehingga Pilkada Surabaya bisa digelar 2015.

Aparat kepolisian sudah mengantisipasi aksi itu hingga berjalan damai. Kawat berduri yang dipasang kepolisian, mengelilingi kantor KPU Kota Surabaya. Kawasan Jl Adityawarman menuju Jl Mayjen Sungkono, ditutup total.

Ribuan warga pun menggelar aksinya sejak pukul 10.00 hingga sore. Mereka juga membawa poster yang bertuliskan tak puas terhadap kinerja KPU. Aksi massa menuding KPU adalah biang dari gagalnya Pilwali Surabaya. Karena itu, poster hujatan banyak terpampang. Diantanya berbunyi ‘Bubarkan KPU’, ‘Pilkada Surabaya 2015 Harga Mati’ dan ‘KPU Begal Pilkada’.

"KPU Surabaya telah melanggar mekanisme pelaksanaan Pilkada yang telah ditetapkan sendiri," kata Sukadar, salah satu korlap aksi saat berorasi di depan ribuan warga.

Dia menambahkan, dibukanya kembali pendaftaran sampai tiga kali ini menunjukkan KPU Surabaya tidak melaksanakan prosedur yang benar. Hal ini dikarenakan KPU diduga telah dipengaruhi pihak-pihak lain agar Pilkada gagal digelar pada 2015 ini.

Massa juga memermasalahkan tentang rekomendasi DPP PAN untuk bakal calon Dhimam Abror Djuraid. “Jika scan tak dibenarkan, kenapa harus diterima sejak awal. Justru pada detik terakhir, rekomendasi itu ditolak. Ini sama saja KPU melakukan upaya pembegalan Pilkada,” tegas Sukadar.
Massa juga meminta Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin menjelaskan hal itu dihadapan mereka. Tujuannya agar warga Surabaya tahu tentang ganjalan Pilwali Surabaya ini.

Aksi itu juga sempat diwarnai pelemparan tomat busuk ke kantor KPU Surabaya. Namun setelah komisioner KPU turun ke lokasi, barulah aksi berhenti.

Robiyan Arifin meminta massa jangan hanya menyudutkan KPU Surabaya. KPU Surabaya sudah bekerja dengan benar. Tapi Robiyan menuntut massa mempersoalkan partai pengusung yang tak serius terhadap calonnya. (windhi/by)