Apresiasi Tenaga Konstruksi, Semen Indonesia Bagi-Bagi Umroh

Kamis, 24 Sep 2015 | 07.05 WIB

Apresiasi Tenaga Konstruksi, Semen Indonesia Bagi-Bagi Umroh

Tenaga konstruksi yang memenangkan program arisan tukang berupa ibadah umroh. (windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Tenaga konstruksi yang menjadi binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk benar-benar dimanjakan. Sebab, perusahaan memiliki langkah strategi untuk memertahankan market share nasional sekaligus menjaga loyalitas pelanggan yang diwakili oleh pekerja konstruksi. Rabu (23/9/2015) digelar program arisan komunitas tukang oleh perusahaan.

Menurut Kepala Depertemen Penjualan Semen Indonesia Bambang Djoko, program arisan komunitas tukang yang diselenggarakan rutin setiap tahun merupakan wujud apresiasi terhadap loyalitas pekerja konstruksi yang selama ini menggunakan produk Semen Gresik. Pada acara ini dibagikan sebanyak 184 hadiah berupa alat elektronik, molen mixer, gerobak sorong, bor, motor hingga paket umroh.

“Pekerja konstruksi menjadi bagian penting bagi perusahaan. Mereka menjadi ujung tombak penjualan produk Semen Gresik. Mereka merupakan pengguna langsung semen sehingga sangat menentukan kinerja perusahaan. Mereka memainkan peran sebagai pemberi pengaruh bagi pengguna jasa dalam berbelanja semen. Karena itu menjaga loyalitas termasuk dengan menyelenggarakan pemberian apresiasi seperti hari ini adalah langkah wajib yang mampu menjamin kontiniutas bisnis perusahaan” ujar Bambang Djoko.

Ditambahkan Bambang Djoko, sampai 2015 Semen Indonesia telah membina 11.342 tenaga konstruksi dari berbagai daerah di Jawa, Kalimantan dan Bali. Hubungan relasi yang terjalin baik dengan tenaga konstruksi memberi kontribusi signifikan dalam penjualan Semen Indonesia. Sehingga perusahaan tetap menjadi market leader dengan menguasai 44 persen pasar industri semen nasional.

Selain memberi apresiasi melalui program arisan komunitas tukang, Semen Indonesia terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi. Kegiatan tersebut telah dilakukan perusahaan sejak 2007. Tahun ini kegiatan telah dilakukan perusahaan di lima kota yakni Banyuwangi, Surabaya, Pontianak, Gresik dan Rembang.

Sebanyak 700 pekerja konstruksi mengikuti pelatihan dan sertifikasi di lima kota tersebut. Hingga saat ini lebih dari 5.500 tenaga konstruksi binaan perusahaan telah tersertifikasi. (windhi/by)