3 BUMD Bermasalah, Wali Kota Tak Berani Ambil Keputusan

Selasa, 22 Sep 2015 | 07.00 WIB

3 BUMD Bermasalah, Wali Kota Tak Berani Ambil Keputusan

Balai Kota Surabaya (Centroone)


CENTROONE.COM -  Rekrutmen jajaran direksi di tiga BUMD milik Pemkot Surabaya berjalan lambat. Hal ini lantaran pemkot tak sigap dalam mengambil keputusan pergantian jajaran.

Anggota DPRD Surabaya Mochamad Machmud pun menilai jika wali kota Surabaya yang harus mengambil peran tersebut. Sayangnya, kurang beberapa hari, jabatan wali kota yang dipegang Tri Rismaharini akan berakhir pada 28 September.

Tentu pergantian di jajaran direksi itu pun tak mungkin bisa dilakukan hanya dalam sisa hari yang ada. Sebab, untuk memilih direksi BUMD itu membutuhkan tahapan yang panjang, tidak bisa sembarangan. Bagi anggota Komisi C ini, internal tiga BUMD itu bermasalah. Jajaran direksi di PDAM, PD Pasar Surya, PD Rumah Potong Hewan banyak dijabat Plt.

Seperti di PD Pasar, sampai sekarang Dirutnya dijabat Plt (Direktur Keuangan) dan Badan Pengawasnya juga belum terbentuk. Bahkan kabarnya, rekrutmen untuk PD Pasar sudah jalan dan telah sampai di meja wali kota, tapi tetap saja belum ada keputusan. Bagi Machmud, wali kota lemah di bidang leadership.

Ini dibuktikan dengan tidak beraninya wali kota mengambil keputusan cepat untuk menyelesaikannya. Pemkot terkesan membiarkan kondisi seperti saat ini berjalan apa adanya. “Rekrutmen di PD Pasar itu kan memakan biaya ratusan juta, tapi kenapa sampai sekarang tak diputuskan wali kota? Ini sangat terkesan jika wali kota masih ragu dalam mengambil keputusan,” tegas Machmud.

Begitu juga halnya dengan PDAM yang jabatan Badan Pengawasnya masih dirangkap oleh seorang Badan Pengawas di PD Pasar Surya. Dengan kinerja yang bertumpuk-tumpuk tentu tak akan fokus dalam bekerja. Masalah yang sama juga terjadi di PD Rumah Potong Hewan yang Dirutnya dijabat Plt karena Badan Pengawas yang ada belum dilantik sehingga tak bisa melakukan rekrutmen direksi.

Wali kota walau masa jabatannya akan berakhir, harus fokus pada sisa kerjanya. Harapan dewan, saat masa jabatan berakhir dan dijabat
penjabat wali kota yang baru, persoalan tiga BUMD Pemkot Surabaya ini selesai.(windhi/by)