PTN Indonesia Timur Bersatu, Hapus Disparitas Pendidikan

Rabu, 02 Sep 2015 | 23.00 WIB

PTN Indonesia Timur Bersatu, Hapus Disparitas Pendidikan

Rektor ITS dan Sekjen Dikti membuka acara FGD (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Sampai saat ini, disparitas pendidikan masih terjadi di Indonesia. Buktinya, sejumlah perguruan tinggi negeri, justru terpusat di Jawa. Guna mencari solusi atas hal itu, ITS pun menggelar Focus Group Discussin (FGD) dengan menghadirkan pimpinan perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur.

Acara yang digelar di gedung Rektorat ITS, Rabu (2/9/2015) dihadiri lebih dari 25 rektor, wakil rektor, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM) di wilayah Indonesia Timur yang tergabung dalam Eastern Part of Indonesia University Network (EPI-Unet).

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ITS ke-55 ini dibuka langsung oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD. Dalam sambutannya, Joni mengungkapkan pentingnya meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia Timur dari berbagai sektor. Mulai dari kualitas sumber daya manusia, manajemen organisasi, kualitas institusi, hingga peningkatan riset dan publikasi ilmiah.

Sebagai contoh, ITS terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas institusi dengan mengupayakan agar semua jurusan di ITS terakreditasi oleh ASEAN University Network Quality Assesment (AUN-QA). Bahkan ITS juga berupaya meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki sertifikasi profesi.

“Hal ini agar lulusan kita laku dan tidak menjadi tamu di negaranya sendiri,” tegas Joni. Perguruan tinggi yang menghasilkan intellectual output harus gencar melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Selanjutnya ada hilirisasi hasil penelitian agar bisa memberi manfaat ke masyarakat.

Ini harus ada kerjasama antar perguruan tinggi. Forum yang akan berlangsung hingga Kamis (3/9) ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Dr Ir Agus Indarjo MPhill.

Agus memaparkan tujuan akhir dari peningkatan daya saing institusi dan hilirisasi hasil penelitian tidak lain adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia berharap melalui forum ini, perguruan tinggi di wilayah Indonesia timur semakin maju dan bangkit. Salah satu parameternya adalah bisa menembus peringkat 500 universitas terbaik dunia. (windhi/by)