Tri Rismaharini Heran Cara Kerja KPU Surabaya

Senin, 31 Ags 2015 | 21.50 WIB

Tri Rismaharini Heran Cara Kerja KPU Surabaya

ilustrasi KPU Surabaya


Centroone.com - Terkait gagalnya pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid pada pendaftaran hasil rekomendasi Bawaslu RI dan keluarnya surat edaran KPU RI 449, disoroti Wali Kota Surabaya Tri Rismahirini. Dia heran dengan proses pelengkapan berkas administrasi pasangan calon yang disyaratkan KPU Surabaya.
Sebagai contoh, sejak awal mendaftar pada 26-28 Juli, berkas dirinya sudah dinyatakan lengkap. Namun seminggu lalu, saat perbaikan berkas pada masa perpanjangan pendaftaran kedua, dirinya masih diminta kelengkapan administrasi lainnya. Kenapa hal itu tak dilakukan dari awal.
Begitu juga dengan proses pemenuhan berkas administrasi pasangan lain, dianggap Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, aneh. Dia mengatakan, jika dinyatakan tak lengkap, kenapa tidak segera dilengkapi. Dengan begitu, Risma yakin jika yang diminta melengkapi adalah pasangannya saja. Sementara pasangan lain tak diminta melengkapi.
Terkait masalah rekmendasi dari PAN yang dinyatakan tak identik, juga aneh. Sebab, dirinya saja mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan ada tiga lembar dengan materai yang berbeda. Jika materainya sama, menurut Risma itu materai fotocopy.
Apalagi masalah pajak. Menurut Risma, Dhimam Abror selama ini menjadi Ketua Harian KONI Jatim. Sudah pasti saat menerima gaji dipotong pajak dan tiap tahun harus melaporkannya. Jadi ada yang aneh.
Untuk melengkapi berkas yang dinilainya rumit dan ruwet, dirinya butuh waktu sebulan. Bagaimana dengan orang biasa yang hanya butuh tiga hari, tentu akan kesulitan. Risma juga harus datang sendiri saat mengurus SKCK di Polda Jatim. Namun untuk legalisir ijazah SMA, pihak PDI Perjuangan yang membantu pengurusannya di Kediri.
 
Oleh : Windhi Ariesman / Editor : Adi Cahyo