Matikan Elektabilitas Tri Rismaharini, Gagalkan Pilwali 2015

Senin, 31 Ags 2015 | 20.06 WIB

Matikan Elektabilitas Tri Rismaharini, Gagalkan Pilwali 2015

Tri Rismaharini


Centroone.com - Ada kekuatan besar yang ingin menggagalkan Pilwali Surabaya 9 Desember 2015. Hal itu karena ketakutan akan kekuatan sosok Tri Rismaharini yang sudah memiliki elektabilitas tinggi di pesta demokrasi Kota Pahlawan 2015. Cara untuk menurunkan pamor itu adalah dengan cara menggembosinya melalui Pilkada serentak 2017.
Artinya, selama masa dua tahun ini, Kota Surabaya bakal diisi pelaksana tugas (Plt). Dengan demikian, kiprah Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, akan ‘mati’ selama dua tahun. Secara otomatis, warga kota ini akan ‘lupa’ dengan prestasi yang ditorehkan wali kota wanita pertama di Surabaya, sehingga elektabilitasnya turun.
Saat itulah, jika Pilwali ditunda, kondisi persiapan Pilwali Surabaya 2017 sudah fresh dan akan menampilkan pilihan calon-calon yang siap bersaing. Hal itu pula yang akan dimanfaatkan kekuatan besar untuk merebut kursi kepemimpinan di Surabaya. Namun ini tak sekadar berhenti di kekuasan Surabaya saja, tapi juga berimbas pada perebutan pimpinan di Jatim.
Selain itu, dengan adanya Plt yang sudah pasti ditunjuk dan menjadi kewenangan pemerintahan satu tingkat di atas Kota Surabaya, yakni Pemprov Jatim, maka keuntungan menduduki jabatan itu akan dimanfaatkan salah satu partai politik saja. Partai politik itupun mampu meraup segala-galanya, termasuk persiapan dan posisi untuk Pilkada serentak 2017.
Menurut Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono, gagalnya Pilwali Surabaya 2015, sama halnya menghentikan dan mengistirahatkan karir Risma selama dua tahun. “Bagi pemilik kepentingan, masa dua tahun mengistirahatkan Risma, mampu untuk meraih segala-galanya,” ujar Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono.
Dia meyakini bahwa ada aktor intelektual yang sedang bermain agar Pilwali Surabaya 2015 gagal, dengan harapan karir Risma akan berhenti.
 
Oleh : Windhi Ariesman / Editor : Adi Cahyo