Ini yang Terjadi Jika Menahan Kentut di Pesawat

Senin, 31 Ags 2015 | 12.00 WIB

Ini yang Terjadi Jika Menahan Kentut di Pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat


Centroone.com – Karena alasan kesopanan, kita kerap menahan kentut hingga dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian, ternyata hal tersebut tidak disarankan, terlebih jika kebiasaan ini Anda lakukan didalam perjalanan pesawat.
Bau yang ditimbulkan, kadang membuat kita kerap menahan kentut jika berada di tempat umum, tak terkecuali disaat perjalanan dengan pesawat. Percayalah, jika hal ini Anda lakukan, maka Anda akan terancam masalah kesehatan.
Pada dasarnya, kentut adalah proses normal yang kerap dialami oleh kebanyakan makhluk hidup, termasuk manusia. Karena normalnya, pada manusia proses produksi gas biasa terjadi dan hal ini rata-rata sebanyak 1,5 liter gas setiap hari.
Menurut pakar gastroentrologi Mathias Strowski kepada situs travelbook.de, sebagian gas tersebut tersebar di seluruh tubuh. Hal ini tersebar melalui dinding usus ke darah, sebelum diurah ke hati dan kembali ke paru-paru.
Pada dasarnya, kandungan gas pada kentut teridiri dari nitrogen, oksigen, metan, karbondioksida, dan hidrogen. Kandungan hidrosulfida yang tercampur membuat kentut sangat bau dan menyengat di hidung.
Kembali ke permasalahan, dalam pesawat, pada dasarnya manusia akan lebih sering kentut, karena tekanan udara yang berkurang. Hal ini kerap terjadi pada saat berada diketinggian 3500 meter. Hal ini yang membuat rasa ingin kentut kian inten
Kebanyakan orang, kerap menahan kentut setidaknya hingga pesawat turun. Padahal, semakin tinggi pesawat, umumnya produksi gas akan meningkat dan memenuhi bagian lambung. Hal ini diperparah dengan kurangnya gerak seseorang dan kesalahan konsumsi makanan. Kondisi ini kerap disebut "Boeing Belly" alias perut kembung saat terbang.
Sebuah penelitian yang tertuang di New Zealand Medical Journal mengatakan, kentut saat di pesawat sebaiknya tidak boleh ditahan. Karena dalam kondisi kembung, seseirang kerap mengalami ancaman kesehatan serius.
Pada dasarnya hal ini sudah disadari oleh dunia penerbangan. Dalam hal ini maskapai kerap menyediakan kursi yang dilengkapi dengan bahan karbon aktif. Bahan ini akan membuat kentut yang keluar tidak mengganggu, karena baunya dinetralisir.
 
Oleh : Adi Cahyo