Tri Rismaharini Resmi Diusung PDI P Sebagai Calon Walikota

Rabu, 08 Jul 2015 | 21.29 WIB

Tri Rismaharini Resmi Diusung PDI P Sebagai Calon Walikota

Sekjen DPP Hasto Kristiyanto menyerahkan rekomendasi pasangan kepada Tri Rismaharini didampingi Whisnu Sakti Buana. (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - DPC PDI Perjuangan Surabaya, Rabu (8/7/2015) digelar  deklarasi pengusungan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Whisnu Sakti Buana sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota di Pilkada Surabaya.

Dalam acara yang digelar di gedung Wanita Jl Kalibokor, Surat rekomendasi yang sedianya dibacakan Sekjen DPP Hasto Kristiyanto, dibaca Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi.  Menurut Kusnadi, keluarnya rekomendasi dengan nomor 275 itu dilakukan setelah wawancara pada 8 Juni kepada calon pasangan. Selain itu ada juga beberapa tes lainnya, termasuk psikotes yang sudah dilalui keduanya di DPP PDI Perjuangan.

“Dari hasil itu, maka DPP menetapkan Tri Rismaharini sebagai calon wali kota dan Whisnu Sakti Buana sebagai calon wakil wali kota periode 2015-2020. Selain itu, dalam surat tersebut juga menginstruksikan kepada DPD untuk segera mendaftarkan pasangan itu ke KPU Kota Surabaya. DPP juga menginstruksikan kepada jajaran partai, kader dan aktivis untuk mengamankan dan memerjuangkan pasangan ini. Bagi yang tak mengindahkan instruksi ini akan diberikan sanksi organisasi,” beber Kusnadi.

Surat rekomendasi yang sudah dipegang DPD sejak dua minggu lalu itu ditandatangani Sekjen DPP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Idham Samawi. Surat itu ditembuskan juga ke Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Kusnadi berjanji,Jika Surabaya mampu meraih 93 persen suara di Pilwali 2015, maka dirinya akan menyumbang 5 ekor sapi untuk pesta kemenangan di Surabaya itu. Hal itu berkaca dari kemenangan PDI Perjuangan di Solo melalui Joko Widodo  dengan 92 persen suara beberapa tahun silam.

Sementara Whisnu Sakti Buana menjelaskan, pada 2009 PDI Perjuangan Surabaya mampu menyumbang 8 kursi di legislatif dan saat Pilwali 2010 partai itu bertarung melawan seluruh partai yang ada, namun mampu menang. Kini pada 2014 dengan raihan 15 kursi, dirinya yakin PDI Perjuangan menang melawan koalisi partai yang ada.

“Kita pasti mampu, saat 8 kursi saja mampu apalagi dengan 15 kursi, tentu lebih mampu. Sejak Pilpres, kita menang 60 persen di Surabaya dan pada Pilkada Surabaya sejak ada pilihan langsung, PDI Perjuangan tak pernah kalah. Ditarung dengan partai lain, kita tak takut. Sebab, demokrasi yang benar adalah demokrasi yang dibawa PDI Perjuangan. Saat ini, ibaratnya kita tak perlu diperintah DPP cukup DPC, PAC dan ranting saja kita sudah mampu. Surabaya, legislative dan eksekutif harus dipimpin PDI Perjaungan,” tegas Whisnu. 

Acara deklasari itu sendiri juga dihadiri Sekjen DPP Hasto Kritiyanto, 2.000 pengurus DPC, PAC, Ranting, kader, simpatisan serta akademisi dan tamu undangan lainnya.


oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra