Pasangan Ini Menikah Saat Pertama Bertemu, Ini Curhat Mereka

Sabtu, 04 Jul 2015 | 17.00 WIB

Pasangan Ini Menikah Saat Pertama Bertemu, Ini Curhat Mereka

pasangan Emma Rathbone dan James Ord - Hume, (IST)


CENTROONE.COM - Pernikahan membutuhkan proses yang panjang. Membina kepercayaan, rasa saling memiliki, dan menyamakan persepsi serta hati membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun bagaimana jika menikah pada saat pertama kali bertemu? Seperti yang dilakukan pasangan Emma Rathbone dan James Ord - Hume,

Pasangan itu adalah peserta dari acara TV yang bernama Married At First Sight di Channel 4. Acara ini menikahkan tiga pasangan, yang belum pernah bertemu dan mengenal sebelumnya, tepat saat mereka pertama kali bertemu. Walaupun terdengar tak masuk akal, acara ini adalah acara serius. Sebuah panel ahli psikologi, antropologi dan teologi melakukan seleksi pada 1500 pelamar menjadi 13, sebelum menemukan "perfect match" untuk tiga laki-laki dan tiga perempuan.

Ketiga pasangan itu nantinya  akan diberi waktu enam minggu untuk memutuskan apakah akan tetap menikah  atau berpisah. Lalu bagaimana pasangan Emma dan James menjalani pernikahan mereka?    "Kami tidak suka satu sama lain. Jadi malam pertama kami habiskan dengan mengobrol.  Kami sampai di hotel, membuka sebotol sampanye dan berbicara. Itu bagus untuk duduk di ujung-ujung sofa, melihat satu sama lain dengan baik dan mengetahui sedikit lebih mendalam tentang satu sama lain.Kami pergi tidur di sekitar jam 4 pagi dan harus bangun pukul 6 pagi untuk bulan madu." kata James seperti dilansir dari DailyStar.

Sementara itu Emma mengatakan daya tarik sangat penting, dan dapat mempengaruhi hubungan seksual. Karena itu ia dan James harus melakukan beberapa hal sebelum terlibat dalam urusan ranjang.  Emma sendiri mengaku tidak terlalu cocok dengan sang suami. 

" Butuh waktu (untuk seks) karena itu kami harus membinanya. James perasaannya gampang tersentuh. Saya baru mengenalnya satu atau dua hari sehingga saya menemukan hal itu aneh. " ujar Emma.  Sebelumnya sebuah acara serupa juga pernah digelar di Amerika Serikat, dengan salah satu pengantin wanita mengatakan di akhir acara, bahwa pernikahan itu adalah "Keputusan terburuk " yang pernah ia lakukan.


oleh:William-editor:YL.antamaputra