BPJS Rumit, Wawali Usulkan Kartu Sakti Khusus Warga Surabaya

Sabtu, 04 Jul 2015 | 08.00 WIB

BPJS Rumit, Wawali Usulkan Kartu Sakti Khusus Warga Surabaya

Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Banyaknya keluhan terhadap pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan direspon Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. BPJS dinilai hanya besar nama tapi miskin pelayanan. Sudah banyak warga yang berobat tapi justru terkendala birokrasinya yang rumit.

Dijelaskan Whisnu, tak sedikit warga yang sulit menjalani operasi, menjalani perawatan yang tak ada obatnya serta tak kebagian kamar di rumah sakit. Apalagi tak semua rumah sakit bisa melayani BPJS Kesehatan.

Whisnu menceritakan soal 13 personel Satpol PP Surabaya yang truknya terguling. Nyatanya saat berobat justru tak bisa menggunakan BPJS. “Padahal sebelum ada BPJS, bisa langsung dirawat di kelas tiga dan gratis. Kini malah tak bisa berobat,” ungkap Whisnu.

Dengan berbagai persoalan itu, justru serapan dana BPJS yang dibayar Pemkot Surabaya tak optimal. Padahal gaungnya, pelayanan kesehatan BPJS seluruhnya gratis. Whisnu mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke pusat agar mengevaluasi kinerja BPJS. Dia menengarai berbagai mekanisme yang merumitkan tersebut sengaja diciptakan untuk kepentingan BPJS. “Ini bisa saja akal-akalan BPJS untuk mengendonkan dana triliunan rupiah,” tegasnya.

Ia menegaskan, jika BPJS tidak bisa professional mengelola asuransi, sebaiknya dilakukan lelang terbuka melibatkan pihak swaasta yang kompeten namun menawarkan biaya yang murah daripada BPJS. “Untuk mengefektifkan pelayanan kesehatan, Pemkot Surabaya bisa tetap menggandeng BPJS untuk mengeluarkan kartu kesehatan yang diberi nama Kartu Warga Surabaya. Ini tak melanggar aturan,” terang Whisnu yang tengah menggodok kartu itu bersama DPRD Surabaya.

Untuk anggarannya, Whisnu optimis jika Pemkot Surabaya masih mampu. Ada anggaran Rp400 miliar dan masih bisa ditambah melalui PAK.


oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra