Sosialisasikan Masa Perpanjangan Pendaftaran ke Insan Pers

Jumat, 31 Jul 2015 | 23.00 WIB

Sosialisasikan Masa Perpanjangan Pendaftaran ke Insan Pers

Sosialisasi perpanjangan pendaftaran kepada insan pers (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Sehari menjelang pembukaan kembali masa pendaftaran pasangan calon dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, KPU Kota Surabaya kembali menggelar sosialisasi. Sosialisasi digelar di kantor PWI Jatim Jumat (31/7/2015), dengan mengundang sejumlah perwakilan media massa di Surabaya.

Dalam sosialisasi ini, KPU Surabaya diwakili oleh Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi, Nur Syamsi dan Komisioner  Bidang  Hukum,  Pengawasan,  dan  SDM, Purnomo Satriyo Pringgodigdo.  Menurut Nur Syamsi, sosialisasi kali ini ditujukan untuk perwakilan media massa karena media mempunyai peran penting dalam menginformasikan segala perkembangan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya kepada publik.

"Media massa sebagai salah satu pilar demokrasi, juga berperan penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait perkembangan penyelenggaaan Pilwali 2015 kali ini," kata Nur Syamsi.

Di hadapan insan pers ini, Nur Syamsi menyatakan bahwa pendaftaran pasangan calon telah berakhir pada 28 Juli 2015. Namun karena hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar, maka masa pendaftaran telah diperpanjang dan akan dimulai lagi pada 1 hingga 3 Agustus 2015. "Ada atau tidak, pada tanggal tersebut kami akan stand by untuk melayani pasangan calon yang akan mendaftar. Tetapi kami berharap para pelaku media dapat membantu menginformasikan kepada masyarakat mengenai perpanjangan pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota ini," lanjutnya.

Ketua PWI Jatim Achmad Munir mengungkapkan, minimnya pasangan calon pendaftar dalam Pilwali Surabaya benar-benar di luar dugaan. Sebab, dari 10 parpol di Surabaya yang memiliki kursi di DPRD, hanya satu parpol saja yang mengusung calonnya.  "Sebenarnya ini cukup ironi. Maka harapan kami, sebagai masyarakat pers, media turut mendorong agar ada solusi terhadap permasalahan ini," kata Munir.  

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra