Penahanan 5 Tersangka Suap PTUN Medan Diperpanjang KPK

Jumat, 31 Jul 2015 | 13.31 WIB

Penahanan 5 Tersangka Suap PTUN Medan Diperpanjang KPK

M. Yagari Bhastara alias Gerry (ANTARA)


CENTROONE.COM - Lima tersangka kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan telah diperpanjang masa penahanannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kelimanya merupakan pihak-pihak yang diamankan oleh Tim Satgas KPK dalam suatu operasi tangkap tangan di Medan pada 9 Juli 2015.

Kelima tersangka yang diperpanjang masa penahannyannya yakni Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Tripeni Irianto Putro; dua orang koleganya, hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting; Panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan; serta seorang advokat yang bekerja di kantor Kaligis & associates, M. Yagari Bhastara alias Gerry.

Dikatakan Priharsa, perpanjangan penahanan terhadap kelima orang tersebut dilakukan sejak tanggal 29 Juli 2015. Penahanan kelimanya diperpanjang untuk 40 hari ke depan. "KPK telah melakukan perpanjangan penahanan terhadap lima tersangka kasus dugaan suap kepada Hakim PTUN Medan," ucap Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2015).

Kasus dugaan suap ini terungkap setelah sebelumnya KPK melakukan tangkap tangan pada 9 Juli 2015. Tim Satgas KPK saat itu mengamankan Lima orang dalam operasi itu. Kelimanya yakni Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Tripeni Irianto Putro; dua orang koleganya, hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting; Panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan; serta seorang advokat yang bekerja di kantor Kaligis & associates, M. Yagari Bhastara alias Gerri.

Saat mengamankan sejumlah pihak itu, tim Satgas juga mengamankan uang 15 ribu dolar Amerika Serikat serta 5 ribu dolar Singapura. Uang tersebut diduga terkait memuluskan gugatan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara di PTUN Medan. Gugatan ke PTUN dilayangkan oleh Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Ahmad Fuad Lubis yang merupakan adalah anak buah Gatot. Pada gugatannya tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kemudian menyewa jasa firma hukum OC Kaligis.

Pengacara yang juga sekaligus atasan Gerry, OC Kaligis berdasarkan hasil pengembangan juga ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Juli 2015. OC Kaligis dan lima tersangka lain telah ditahan KPK. Belum lama ini penyidik juga kemudian menetapkan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti sebagai tersangka. Mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka telah dicegah berpergian ke luar negeri.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputa