Ijazah Bakal Calon Pilkada Serentak Akan Diverifikasi

Jumat, 31 Jul 2015 | 04.35 WIB

Ijazah Bakal Calon Pilkada Serentak Akan Diverifikasi

Ketua KPU Husni Kamil Mali bersama Menristek Dikti Mohamad Nasir (tengah) seusai penandatanganan nota kesepahaman di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (30/7). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ss/kye/15


CENTROONE.COM - Ijazah bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan bertarung pada pilkada serentak tahun 2015 akan diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Verifikasi itu akan melibatkan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi.

Ketua Husni Kamil Manik mengatakan, pelibatan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan verifikasi dimaksudkan untuk mencegah bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah menggunakan gelar akademik palsu. Verifikasi juga bertujuan untuk memastikan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah memberikan informasi yang benar tentang dirinya kepada KPU dan publik.

Namun, bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut tetap sah sebagai kandidat jika dalam verifikasi ijazah bakal calon ditemukan ijazah palsu untuk pendidikan tingginya Hasil verifikasi ijazah perguruan tinggi hanya berdampak pada boleh atau tidaknya bakal calon menggunakan gelar akademik tersebut dalam administrasi pilkada.

"Tetapi jika pemalsuan ijazah itu berlanjut ke ranah hukum dan bakal calonnya diputus bersalah oleh pengadilan atas dugaan pemalsuan ijazah itu, maka bakal calon tersebut akan dibatalkan sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah," ungkap Husni usai penandatanganan Nota Kesepahaman Verifikasi Ijazah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di kantor KPU, Kamis (30/7/2015).

Pelibatan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi dalam verifikasi ijazah, kata Husni, merupakan upaya KPU untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dokumen persyaratan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra