Ngaku Masih Perawan, PSK Pakai Darah Belut Jerat Pria Hidung Belang

Rabu, 29 Jul 2015 | 16.00 WIB

Ngaku Masih Perawan, PSK Pakai Darah Belut Jerat Pria Hidung Belang

Seorang PSK yang berhasil diamankan (IST)


CENTROONE.COM - Penggerebekan terhadap jaringan prostitusi di kota Xuzhou, Provinsi Jiangsu, China mengungkap praktek kecurangan seorang PSK , yang sering mengaku masih perawan kepada para pelanggannya. Untuk mendapatkan uang lebih dari kantong para hidung belang, para PSK yang mengaku masih perawan memanfaatkan darah belut.

Adapun praktek prostitusi in tidak dijalankan secara terang-terangan, melainkan lewat sebuah SMS atau pesan lewat aplikasi pesan seperti WeChat.  Dalam pesan itu, seorang wanita yang mengaku masih perawan berniat menukar keperawanannya, agar bisa membayar pengobatan sang ibu yang tengah sakit.

Salah satu petugas yang menyamar berhasil mendapatkan kontak dengan PSK yang bermarga Liu itu di WeChat,  yang kemudian ditangkap ketika mereka melakukan janji untuk bertemu.

Liu, yang lahir pada 1990-an mengatakan kepada  polisi bahwa dia diperkenalkan dunia lendir oleh seorang teman dari kota kelahirannya Chongqing. Menurut Liu, setidaknya sekitar 10 orang dari Chongqing telah terlibat dalam jaringan itu. Polisi juga menangkap pemimpin, yang bermarga Zhang, serta puluhan orang lain yang terlibat.



“Jaringan ini terorganisir dengan baik dan setiap orang memiliki tanggung jawab yang khusus. Ketika mereka sampai di lokasi yang baru, pemimpin yang akan membeli informasi pribadi secara illegal. Setelah itu, dua tersangka lainnya, Rang dan Zhang, mengirim pesan melalui nomor telepon yang hanya digunakan sementara saja. Tersangka Chen kemudian dikirim sebagai PSK ke lokasi yang tunjuk [di mana pelanggan setuju untuk bertemu],” kata salah satu petugas kepolisian seperti dilansir dari Shanghaisst.

“Tersangka Sun, Liu dan Li biasanya memalsukan keperawanannya dengan menggunakan darah belut yang direndam dalam spons. Harga layanan perempuan yang berkisar antar 2.000 yuan menjadi 10.000 yuan. Sejauh ini, jaringan telah memperoleh keuntungan dari beberapa ratus ribu yuan.” Tambah sang polisi yang mengatakan jaringan itu sudah beroperasi berbagai kota di seluruh China, termasuk Chongqing, Zhengzhou, Hangzhou, Lainyungan dan Shanghai.

oleh:Gabriel-editor:YL.antamaputra