DPR Desak Aktor Intelektual Insiden Tolikara Dihukum Maksimal

Minggu, 26 Jul 2015 | 09.00 WIB

DPR Desak Aktor Intelektual Insiden Tolikara Dihukum Maksimal


CENTROONE.COM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid meminta kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk menindak pelaku insiden kericuhan Tolikara, Papua. 

Hukuman seberat-beratnya  juga harus diberikan kepada aktor intelektual. "Hukum harus di tegakan secara maksimal kepada semua pihak terutama aktor intelektual," tegas Sodik Mudjahid saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2015). Sodik juga meminta meminta kepada semua pihak, terutama elit di Papua untuk taat akan norma hukum.

Hal itu dimaksudkan agar insiden tersebut tidak meluas dan dapat diselesaikan. Aparat keamanan dan intelijen juga harus sigap dalam
mengantifipasi berbagai gejala dini pelanggaran toleransi. "Sehingga keluarnya seperti edaran GIDI jangan pernah dianggap enteng," tegas Politisi partai Gerindra ini. Sebab itu, Sodik meminta pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam mengeluarkan peraturan daerah terkait ibadah umat beragama.

Selain itu ruang komunikasi antar umat di Papua perlu terus didorong. "Perda yang diskrimantif memberikan angin pelecehan agama. Ini adalah pelanggaran konstitusional yang serius terhadap empat pilar bangsa (Pancasila, UUD 45, Bhineka tunggal ika dan  NKRI) maka Perda harus dicabut dan pelakunya diberi sangsi," tutur dia.

"Dan diatas semua itu adalah itikad baik untuk saling menghormati, membangun dialog tanpa ada sikap dan niat dominasi mayoritas seperti yang gejalanya tampak di Tolikara," pungkas Sodik.


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra