Mantap..Obat Ampuh Alzheimer Telah Di Temukan

Kamis, 23 Jul 2015 | 12.42 WIB

Mantap..Obat Ampuh Alzheimer Telah Di Temukan


Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahwa penyakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah. Sedangkan di Indonesia diperkirakan terdapat sedikitnya 1 juta penderita Alzheimer di tahun 2013.
‚Äč
Rincian pendahuluan tentang obat yang dapat memperlambat kecepatan kemunduran otak pasien yang mengalami tahap pertama penyakit Alzheimer, telah diumumkan.

Data dari perusahaan obat Eli Lilly mengisyaratkan obat solanezumab dapat memotong tingkat demensia sampai sekitar sepertiganya.

Hasil penelitian yang diumumkan pada sebuah konferensi di Amerika Serikat ditanggapi secara positif meskipun dengan kehati-hatian, lapor wartawan BBC James Gallagher.

Hasil percobaan baru dijadwalkan akan dilaporkan tahun depan dan akan memberikan bukti yang lebih pasti.


Kematian sel otak karena Alzheimer saat ini tidak bisa dihentikan. Solanezumab kemungkinan dapat mempertahankan sel otak tetap hidup.

Obat saat ini, seperti Aricept, hanya dapat mengatasi gejala demensia dengan membantu sel otak yang sekarat tetap berfungsi.

Tetapi solanezumab menyerang protein yang cacat atau amyloid, yang terbentuk di otak karena Alzheimer.

Diperkirakan pembentukan amyloid diantara sel syaraf menyebabkan kerusakan dan pada akhirnya kematian sel otak.