Kapolri: Badan Pekerja GIDI Tolikara Keluarkan Surat Larangan

Rabu, 22 Jul 2015 | 19.40 WIB

Kapolri: Badan Pekerja GIDI Tolikara Keluarkan Surat Larangan

Aksi kekerasan di Tolikara dipicu larangan dari Badan Pekerja GIDI (foto : ist)


Centroone.com - Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memastikan surat dari Badan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Toli asli. Surat Nomor 90/SP/GIDI-WT/VII/2015 itu ditandatangai oleh pengurus dan dikeluarkan dari Badan Pekerja GIDI.
"Surat Badan Pekerja Wilayah GIDI Tolikara Nomor 90, itu asli dikeluarkan oleh Badan Pekerja tersebut dan ditandatangani oleh yang bersangkutan," ucap Badrodin di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2015).
Kapolres Tolikara langsung berkoordinasi dengan presiden GIDI setelah menerima
informasi jika Badan Pekerja Wilayah GIDI Toli menerbitkan surat tersebut. Namun setelah Kepolisian berkoordinasi dengan Presiden GIDI, surat itu dinyatakan tidak resmi lantaran tidak mendapat persetujuan dari Presiden GIDI.
"Jawaban presiden GIDI, bahwa surat itu tidak resmi karena tidak disetujui oleh presiden GIDI," terang dia.
Pihak Kepolisian Resor Toli lantas berkoordinasi dengan Bupati Tolikara untuk meminta agar masyarakat muslim diizinkan salat Ied di lapangan Koramil. Bupati merespon permintaan itu dan mengatakan bakal berkoordinasi dengan panitia GIDI di Tolikara dan meminta surat itu dicabut.
Setelah mendapat jawaban dari Bupati Usman, Kapolres Tolikara pun meyakinkan pada tokoh agama atau ulama setempat, bahwa silakan melaksanakan shalat Ied di halaman Koramil di bawah penjagaan Polisi dan TNI.
"Kemudian kapolres berkoordinasi dengan Bupati Usman Wanimbo. Waktu itu beliau ada di Jakarta, kemudian ditelpon bahwa kapolres meminta masyarakat muslim diizinkan untuk shalat Ied di halaman koramil," ujar Badrodin.
Namun, Badrodin mengaku belum mengetahui saat wartawan menanyakan kenapa kapolres belum menerima surat pencabutan tersebut. "Kita juga tidak tahu bagaimana mekanisme panitia, tapi saya minta juga suratnya, tidak diberikan juga," tandas Badrodin.
 
Oleh : Rangga Tranggana / Editor : Adi Cahyo