Pemkot Surabaya Pulangkan 43 PMKS Asal Jatim

Rabu, 22 Jul 2015 | 19.37 WIB

Pemkot Surabaya Pulangkan 43 PMKS Asal Jatim

Foto: Pemulangan PMKS asal Jatim ke daerah asalnya.


Centroone.com - Gerakan Pemkot Surabaya untuk mengurangi pertambahan penduduk, diwujudkan dengan memulangkan 43 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Hal ini juga untuk menjaga situasi kota tetap kondusif pasca-libur lebaran tahun ini.
Pemulangan secara simbolis itu digeral di Taman Surya, Rabu (22/7/2015). PMKS yang terdiri dari pria dan wanita ini mayoritas berusia lanjut dan ada juga yang membawa balita. Mereka dipulangkan di daerah asalnya, kawasan Jatim dengan kendaraan dinas Pemkot Surabaya.
Ke-43 PMKS ini mengaku mengadu nasib di Kota Pahlawan, namun mereka tak bisa kembali ke daerah asalnya karena kehabisan dana. Rata-rata para PMKS ini menjadi pengemis di kawasan wisata, makam dan fasilitas umum lainnya di Surabaya.
Menurut Kepala Dinas Sosial Supomo, saat Ramadhan pihaknya bersama Satpol PP Surabaya dan Bakesbangpol Linmas Surabaya dibantu jajaran Muspika Kota Surabaya, berhasil mengamankan 284 PMKS. PMKS itu terdiri dari 28 anak jalanan, 151 gelandangan dan pengemis, dan penderita psikotik (gangguan jiwa) yang sebanyak 51 orang yang dikirim ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
“Kini penghuni Liponsos Keputih berjumlah 1.465 orang, dan didominasi penderita psikotik. Karena keterbatasan para personel Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Dinas Sosial hanya bisa memulangkan sebanyak 43 PMKS ke daerah asalnya, yang sebagian besar berasal dari daerah di Jatim,” kata Supomo.
Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginginkan agar nantinya para PMKS ini bisa kembali di Kota Surabaya, bukan sebagai pengemis atau anak jalanan, melainkan menjadi pedagang. Wali Kota mengucapkan banyak terima kasih kepada para personel TKSK atas usahanya selama melakukan razia, dan juga pendampingan pemulangan para PMKS ke daerah asalnya.
“Saya berharap kepada para pendatang tidak lagi kembali ke Kota Surabaya dengan profesi yang sama. Yakinlah bahwa di tempat asal kita bisa bekerja. Tuhan itu adil, jika kita mau berusaha, Tuhan akan memberikan kesempatan," tegas wali kota.
Wali kota menambahkan, untuk memastikan pemulangan PMKS berjalan lancar dan tidak membuat mereka kembali ke Kota Surabaya, para personel TKSK diminta agar menyampaikan rencana pemulangan tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten dan Kota, atau pejabat di desa tujuan PMKS.
Ke-43 PMKS ini dipulangkan ke daerah asalnya di Madura, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Blitar, Jember dan Lumajang.
Wali Kota menambahkan, upaya Pemkot Surabaya dalam mencegah para PMKS agar tidak datang ke Kota Surabaya adalah, dengan melakukan sidak tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, beserta jajaran Muspika Kota Surabaya ke tempat-tempat yang berpotensi ditinggali para PMKS. Pihaknya juga telah menyiagakan para petugas berpakaian preman agar mengelabui para PMKS yang gemar  "kucing-kucingan" dengan para petugas.


Oleh : Windhi Ariesman / Editor : Adi Cahyo