Istri Gubernur Sumut Rutin Beri Uang ke OC Kaligis

Rabu, 22 Jul 2015 | 16.07 WIB

Istri Gubernur Sumut Rutin Beri Uang ke OC Kaligis

OC Kaligis saat dijadikan tersangka oleh KPK (Foto : ist)


Centroone.com - Istri Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti rutin berikan uang ke mantan Ketua Mahkamah Partai Nasdem, OC Kaligis. Pemberian itu diklaim sebagai biaya operasional Kaligis sebagai pengacara keluarga Gatot.
"Asal berangkat ke Medan, minta uang pernah 5.000, 10.000, 3.000 Dollar Amerika Serikat," ucap Razman Arief Nasution, kuasa hukum Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, di gedung KPK, Rabu (23/7/2015).
Razman lebih lanjut menerangkan bahwa  Gatot memang mengenal OC dari Evy. Pasalnya, Evy sudah lebih dulu mengenal OC ketimbang Gatot. Peran Evi sendiri, kata Razman, hanya membantu agar kinerja sang suami sebagai kepala daerah tak terganggu.
"Evy, posisi beliau sudah kenal OC Kaligis sejak beberapa tahun lalu, sebelum ketemu pak Gatot. Yang kemudian bu Evy ini membantu misalnya pak OC akan berangkat ke Medan untuk katakan mengikuti TUN," terang dia.
Menurut Razman, Kaligis sudah dua tahun menjadi pengacara keluarga orang nomor satu di Sumatera Utara itu. Gatot dan Kaligis, terlibat kerja sama untuk memberi penyuluhan hukum.
Pun demikian, Gatot dan Evi tidak sependapat dengan upaya hukum PTUN yang dilakukan Kabiro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. Sebab itu, klaim Razman, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tidak tahu menahu terkait uang suap yang diberikan M. Yagari Bhastara Guntur alias Gery kepada hakim PTUN Medan.
"Penunjukkan OC Kaligis sebagai penasihat hukum oleh Fuad tidak melalui persetujuan dan atau bukan atas dorongan dari Pak Gatot, jadi itu inisiatif dari Bapak Fuad lubis," tandas Razman.
Gatot hari ini diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap kepada tiga hakim PTUN Medan. Kesaksiannya diperlukan KPK untuk mengungkap lebih jauh terkait sumber uang yang digunakan Gery untuk menyuap hakim.
Evy sendiri disinyalir terlibat dalam kasus dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Istri muda Gubnur Sumut itu diduga menjadi perantara suap yang diberikan suaminya untuk anak buah OC, M Yagari Bhastara atau Gerry.
Diduga kuat suap tersebut diberikan agar PTUN Medan mengabulkan gugatan yang dilayangkan Pemerintah Provinsi Sumut terhadap Kejaksaan Agung. Gugatan itu dilayangkan sehubungan dengan penyidikan yang dilakukan Kejati Sumut terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana Bansos dan BDB Pemprov Sumut.
Suap terhadap hakim PTUN Medan ini mencuat setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan terhadap di kantor PTUN Medan, pada 9 Juli 2015. Tim satgas KPK saat itu berhasil meringkus Gerry, Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, serta dua hakim lainnya.
Saat ditangkap, Gerry dan Ketua PTUN Medan diduga tengah bertransaksi suap. Hal itu diperkuat dengan disitanya uang sebesar 15.000 Dollar AS dan 5.000 Dollar Singapura.
Terkait kasus ini, KPK juga telah mencegah Gatot dan Evy untuk bepergian ke luar negeri. Keduanya dicegah pergi ke luar negeri selama enam bulan kedapan.
 
Oleh : Rangga Tranggana / Editor : Adi Cahyo