Setelah Jokowi, Kali Ini Risma Yang Disebut Petugas Partai

Rabu, 22 Jul 2015 | 07.00 WIB

Setelah Jokowi, Kali Ini Risma Yang Disebut Petugas Partai

Walikota Surabaya yang juga kader PDI Perjuangan Tri Rismaharini menyampaikan kuliah umum kepada para calon kepala daerah saat pembukaan sekolah partai calon kepala daerah PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/


CENTROONE.COM - Setelah sempat memantik kontroversi dengan menyebut Presiden Joko Widodo sebagai petugas partai, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali melakukan hal serupa, kali ini yang disebut petugas partai adalah Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yang juga calon walikota dari PDI Perjuangan dalam pilwali akhir tahun 2015 mendatang.

Ditegaskan Putri Bung Karno itu, petugas partai itu merupakan tugas yang diberikan mandat dari ketua umum untuk menjadi calon kepala daerah.

"Mbak Risma (Walikota Surabaya) petugas partai, mestinya merasa bangga. Petugas partai adalah kader, anggota belum disebut petugas partai.Ketika saya katakan Pak Jokowi sebagai petugas partai, saya langsung dibully. Saya diam saja, itu adalah kata penugasannya yang menjadi putusan kongres partai, maka semunya petugas partai, bukan independen, jadi itu ditugasi dengan partai" ujar Megawati dalam  sambutan pembukaan sekolah calon kepala daerah PDI Perjuangan angkatan II di Wisma Kinasi Depok.

Menurut Megawati , Petugas Partai juga terbagi tiga.  "Petugas partai itu ada tiga, legislatif, eksekutif, yudikatif dan jajaran struktur di eksekutif,"  tambah Mega lagi.  bbs