Orgasme Bikin Otak Wanita ‘Awet Muda’

Selasa, 21 Jul 2015 | 06.10 WIB

Orgasme Bikin Otak Wanita ‘Awet Muda’


Bermain teka-teki silang telah terbukti dapat menjadi terapi yang ampuh untuk olahraga otak. Tak hanya itu, baru-baru ini sebuah penelitian juga mengungkap, saat orgasme, otak wanita juga sering melakukan aktivitas yang tak kalah positif seperti halnya seseorang bermain dengan teka-teki silang.

Seperti dikutip dari Dailymail, bahkan jika dibandingkan, orgasme memiliki keuntungan latihan lebih besar ketimbang teka-teki silang. Hal ini dikarenakan, saat orgasme, kegiatan di seluruh otak meningkat.  Sangat berbeda saat melakukan teka-teki silang, karena hal ini hanya mengaktifkan bagian kecil dari otak. Selain itu, sebuah studi juga mengungkap, orgasme ampuh memblokir rasa sakit.

Seorang ahli neuroscientist mengungkap, orgasmi pada dasarnya bisa menjadi terapi olahraga otak paling efektif ketimbang bermain teka-teki silang atau Sudoku. Menurut Profesor Barry Komisaruk, hal ini dikarenakan kegiatan ini dapat meningkatkan aktivitas otak di seluruh organ sedangkan puzzle mengaktifkan daerah hanya relatif terlokalisasi.

Dalam sebuah studi akademik, bukti pertama dari daerah otak yang terlibat dalam orgasme pada wanita telah dilakukan pada hampir satu dekade lalu. Hal ini juga mengatakan sensasi klimaks seksual yang berfungsi memblok rasa nyeri.

"Pada orgasme kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam aliran darah (ke otak). Jadi keyakinan saya itu menjadi hal yang masuk akan. Karena semua nutrisi dan oksigenasi akan terkirim dengan baik ke otak, "katanya.

Profesor di Rutgers University di New Jersey, AS ini, telah mempelajari kesimpulan setelah mempelajari perempuan di laboratorium di universitas Departemen Psikologi. Peneliti 72 tahun ini telah mempelajari kesenangan seksual perempuan sejak 1960-an.

"Sangat penting untuk memahami bagaimana otak memproduksi itu. Apa bagian otak menghasilkan kenikmatan intens seperti itu, dan dapat kita gunakan bahwa dalam beberapa cara? Apa itu yang akan dilakukan untuk depresi atau kecemasan atau kecanduan atau sakit?,” jelas Komisaruk.




Oleh : Adi Cahyo