Kapolri Sebut Ada Aktor Intelektual Dibalik Insiden Tolikara

Senin, 20 Jul 2015 | 09.29 WIB

Kapolri Sebut Ada Aktor Intelektual Dibalik Insiden Tolikara

Kapolri Jendral Badrodin Haiti (ANTARA)


CENTROONE.COM - Perayaan Idul Fitri, Jumat, (17/05/2015)  diwarnai dengan percikan darah. Di sebelah timur Indonesia, tepatnya di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, sejumlah kaum muslim yang hendak melakukan sholat Idul Fitri diserang oleh sejumlah warga tidak dikenal. 

Terkait serangan itu,  Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada Minggu, (19/7/2015) telah melakukan kunjungan ke lokasi insiden. Dalam kesempatan itu Kapolri menegaskan Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, penyerangan ataupun penembakan akan diselesaikan secara hukum.

Menurut Kapolri, sejauh ini kepolisian belum menetapkan tersangka terhadap pelaku yang melakukan penyerangan dan pelemparan. Tapi, sebagai penegak hukum, dia berjanji memproses pelanggaran hukum yang terjadi di Tolikara, baik pelaku pembakaran maupun penembakan.

"Jadi, saya minta semua pihak baik masyarakat, tokoh-tokoh gereja, aparat pemerintah daerah adat untuk membantu agar semuanya bisa selesai. Kemudian, ada juga intelektual yang harus kita proses secara hukum," ungkap Kapolri Jendral Badrodin Haiti.

Dalam insiden itu, ditambahkan Kapolri,sebelas orang tertembak karena telah melakukan pelemparan dan penyerangan terhadap warga yang sedang melakukan ibadah salat Idul Fitri. Selanjutnya, pihaknya akan mengidentifikasi satu per satu.

Sebab, ini adalah sekelompok orang. Apakah mereka teridentifikasi melakukan penyerangan itu? Masih perlu untuk dilihat lagi hasil penyelidikan nanti. Sehingga bila didapat cukup bukti, itu akan diproses secara hukum," papar Kapolda Jawa Timur pada 2010 tersebut.bbs