MUI : Insiden Tolikara Bukti Toleransi Beragama Masih Rendah

Senin, 20 Jul 2015 | 08.27 WIB

MUI : Insiden Tolikara Bukti Toleransi Beragama Masih Rendah

ketua MUI Din Syamsuddin (ANTARA)


CENTROONE.COM - Perayaan Idul Fitri, Jumat, (17/05/2015)  diwarnai dengan percikan darah. Di sebelah timur Indonesia, tepatnya di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, sejumlah kaum muslim yang hendak melakukan sholat Idul Fitri diserang oleh sejumlah warga tidak dikenal.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin keras aksi tersebut.  Menurut Din Syamsuddin peristiwa itu menunjukkan nilai-nilai toleransi beragama di Indonesia masih rendah. "Mengapa ini terjadi? Enggak usahlah banyak teori. Menunjukkan bahwa tingkat toleransi kita itu ternyata masih rendah. Mudah kita katakan, mudah kita promosikan, tapi susah untuk terapkan sendiri," ujar Din Syamsuddin di Jakarta, Minggu, (19/7/2015).

Insiden Tolikara diduga melibatkan jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI). GIDI merupakan anggota dari PGLII (Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) mengakibatkan 70 rumah,  termasuk sebuah musholla terbakar.  Sedangkan untuk korban, 1 orang dilaporkan meninggal dan belasan lainnya luka-luka. 

Serangan itu menurut Din Syamsuddin sudah  sudah termasuk tindakan ekstrimisme.  Din meminta polisi menindaktegas para pelaku untuk mencegah hal serupa kembali terjadi.  "Karena sekali kita tolerir, maka itu akan terulang dan terulang kembali. Harus segera ada yang ditangkap dan segera diproses jalur hukum," tegas Din. bbs