JHT Jadi 10 Tahun, Ini Kata Pihak Kemenaker

Kamis, 02 Jul 2015 | 21.00 WIB

JHT Jadi 10 Tahun, Ini Kata Pihak Kemenaker

peraturan JHT yang baru (IST)


CENTROONE.COM - Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) mengalami perubahan mekanisme. Jika saat masih bernama Jamsostek, pencarian JHT setelah 5 tahun, kini di bawah BPJS Ketenagakerjaan,  pencarian JHT baru bisa dilakukan setelah 10 tahun.

Perubahan atau perpanjangan batas waktu pencairan dana saldo dalam program JHT ini setidaknya tertuang dalam PP No 46 Tahun 2015 tentang Jaminan Hari Tua yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 30 Juni lalu.

Regulasi baru ini berlaku sejak 1 Juli 2015. Pada PP dijelaskan bahwa perubahan batas waktu dari sebelumnya lima tahun satu bulan menjadi 10 tahun.

Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Wahyu Widodo mengatakan, JHT dapat diambil pada saat pensiun ketika karyawan sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun.

Itu pun pencairan yang dilakukan baru bisa 40 persen dari total tabungan, dengan rincian sebesar 10 persen tunai dan 30 persen untuk pembiayaan perumahan.  “Kalau nanti sudah 56 tahun, karyawan bersangkutan baru mendapatkan keseluruhan JHT yang ditabung,” ucap Wahyu.

Dia menuturkan, program JHT yang disediakan pemerintah ini bersifat untuk keperluan investasi. “Kita tidak ingin program yang sifatnya ekonomi, maksudnya dimakan habis. Jadi, bagaimana hari tua itu pekerja mendapatkan manfaatnya,” tukas Wahyu. bbs