OC Kaligis Tidak Bisa Dijenguk, Wanita Cantik Ini Protes KPK

Minggu, 19 Jul 2015 | 01.00 WIB

OC Kaligis Tidak Bisa Dijenguk, Wanita Cantik Ini Protes KPK

Salah satu pengacara anak buah OC Kaligis, Nadia Shapira (ANTARA)


CENTROONE.COM - Anak pengacara OC Kaligis, yang tengah ditahan KPK di Rutan Guntur atas dugaan suap hakim PTUN Meda, Velove Vexia sampai Sabtu, (18/7/2015) belum juga bisa menjenguk sang ayah.

Pada Jumat (17/7)  Velove Vexia , bersama keluarga dan tim pengacara mendatangi KPK meminta izin jenguk. Namun mereka harus gigit jari karena KPK tidak memberi izin.

Terkait dengan tidak keluarnya izin ini, Nadia Saphira, pengacara yang tergabung dalam  OC Kaligis & Associates, pun melontarkan protes ke KPK    Tim kuasa hukum menurut Nadia sudah menyodorkan surat kuasa penunjukkan tim penasihat hukum Kaligis.

Keluarga juga sudah memohon untuk mendapat izin membesuk OC Kaligis. "Daftar nama keluarga dan surat kuasa sudah diberikan tetapi tidak diizinkan juga. Kita bingung juga mengapa tidak boleh bertemu," Kata Nadia Saphira, Sabtu, (18/7/2015).

Padahal dengan dasar hukum Pasal 69 dan 70 ayat 1 KUHAP, penasihat hukum kata Nadia, memiliki hak untuk menghubungi dan berbicara dengan tersangka pada saat pemeriksaan dan setiap waktu untuk kepentingan pembelaan perkara.

  Saat ini menurut Nadia, sudah ada lebih dari 50 pengacara yang menyatakan siap mendampingi Kaligis. "Berdasarkan ketentuan itu, pihak keluarga maupun pihak pemegang kuasa mengapa tidak diizinkan untuk bertemu," gugatnya.  

KPK sebelumnya telah resmi menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan  kasus pemberian dan penerimaan hadiah kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Penetapan Kaligis sebagai tersangka adalah pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK beberpa waktu lalu.

Dimana dalam OTT itu KPK berhasil mengamankan lima orang yang kemudian dijadikan tersangka. Sebelum ditahan, OC Kaligis sempat dijemput penyidik guna menjalani pemeriksaan. Penetapan tersangka dan jemput paksa itu merupakan buntut dari upaya menghilangkan barang bukti. Dimana upaya itu mengemuka saat penyidik KPK akan menggeledah kantor OC Kaligis. bbs