Pemkot Buka UPTSA Surabaya Pusat Di Siola

Kamis, 16 Jul 2015 | 09.00 WIB

Pemkot Buka UPTSA Surabaya Pusat Di Siola

Wali Kota Tri Rismaharini saat meresmikan UPTSA Pusat didampingi Sekkota Hendro Gunawan. (Windhi/Centroone)


ENTROONE.COM - Pemanfaatan gedung Siola terus dilakukan Pemkot Surabaya. Institusi yang mengurusi pelayanan perizinan seperti Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Surabaya Pusat dihadirkan di tempat itu. Hal ini untuk memudahkan warga dalam hal mengurus segala bentuk perizinan.

UPTSA itu dihadirkan satu gedung dengan Museum Surabaya. Peresmian UPTSA Surabaya Pusat ini dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan dihadiri Asisten Kota Surabaya, Jajaran kepala SKPD, Jajaran muspika Kota Surabaya, dan tamu undangan dari Investor dan pengusaha.

UPTSA yang berlokasi di sepanjang Jl Tunjungan ini, terdari 11 SKPD seperti, Badan Lingkungan Hidup, Bakesbangpol Linmas, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Dinas Tenaga kerja.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Taswin, diresmikannya UPTSA terkait dengan diadakannya optimalisasai pelayanan yang dilakukan pemkot, salah satunya melalui Surabaya Single Window (SSW).

“Terhitung rata-rata sekitar 7.400 permohonan baru per bulan, dan 370 permohonan per hari. Sehingga optimalisasi pelayanan melalui SSW dinilai bisa memberikan solusi terbaik bagi warga Surabaya. Selain itu, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) masih ada 3 wilayah yang harus diselesaikan,” imbuh M Taswin.

Sementara Wali Kota Surabaya mengatakan, didirikannya UPTSA Surabaya Pusat selain bertujuan untuk menghidupkan kembali Jl Tunjungan, juga untuk memudahkan masyarakat yang berada di wilayah yang jauh dari UPTSA Menur agar dapat menjangkau UPTSA yang berlokasi di Surabaya Pusat ini. UPTSA yang rencananya dibuka hingga pukul 21.00, diharapkan wali kota dapat menjangkau para pemohon yang tidak memiliki waktu di siang hari.

“Di UPTSA ini memiliki 14 loket yang melayani izin reklame dan pembayaran PBB. Delapan loket untuk pengurusan ijin, enam loket untuk pelayanan pajak reklame dan PBB. Sementara, ada kios pelayanan publik agar masyarakat mampu melakukan pengajuan catatan sipil secara mandiri. Dua loket mandiri dilengkapi dengan scanner, agar pemohon perijinan dapat mengunggah dokumen secara mandiri,” tambah wali kota.

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra