HEBOH!! Al-Kitab Pertama Kaum Gay Menyatakan Yesus juga Gay

Kamis, 16 Jul 2015 | 11.00 WIB

HEBOH!! Al-Kitab Pertama Kaum Gay Menyatakan Yesus juga Gay

komunitas LGBT


Belum tuntas kehebohan masalah legalnya pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat. Kini, masyarakat kembali heboh ketika tau bahwa Amerika Serikat mengeluarkan Al-Kitab pertama khusus kaum gay.

Duhhh...

Menurut dailymail, sang penyunting buku bernama Alkitab Ratu James itu merupakan penerbitan ulang Alkitab Raja James yang telah diterjemahkan dengan muatan untuk mencegah salah tafsir firman Tuhan.

Kata Homoseksualitas disebut pertama kali dalam Alkitab edisi revisi pada 1946. Sebelumnya kata itu tak pernah disebut dalam penerbitan Alkitab.

Al-Kitab tersebut dijual dengan harga Rp. 337rb dan langsung disebarluaskan di seluruh Amerika Serikat. Dalam situs penjualan Al-Kitab secara online pun, ada kalimat seperti ini,

“Anda tak bisa memilih jenis kelamin ketika dilahirkan, tapi Anda bisa memilih Yesus. Sekarang Anda bisa memilih Alkitab.”

Al-Kitab itu sudah dijual di berbagai situs online termasuk amazon.com tetapi nama penerbit, penerjemah dan penyunting tidak di cantumkan. Di situs buku itu hanya tertulis pengarang buku adalah Tuhan dan kontributornya Yesus.

Kepala Studi dan penerjemah Alkitab di Kampus Wheaton, Douglas J. Moo mengatakan, penyuntingan Alkitab Ratu James itu tidak sepenuhnya akurat.

“Hanya beberapa Alkitab terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata homoseksualitas atau homoseksual. Dalam sejarah terjemahan Alkitab terdahulu ke dalam bahasa Inggris, kata itu kini merujuk pada hubungan homoseksual.”

Hingga baru-baru ini seorang pendeta dari Selandia Baru dikecam publik dengan menempel poster di gereja kota Auckland dengan tulisan yang menyatakan bahwa Yesus adalah gay.

Pendeta Glynn Cardy dari Gereja St Matthew di Auckland mengatakan homoseksualitas belum pernah disebut hingga tahun 1800-an. Jika kata itu muncul dalam Alkitab maka itu salah terjemahan.

“Faktanya kita tidak tahu orientasi seksual Yesus. Beberapa ahli mencoba mengatakan Yesus itu gay.”