Ladies, THR Jangan Dipakai Foya-foya

Kamis, 16 Jul 2015 | 10.00 WIB

Ladies, THR Jangan Dipakai Foya-foya


Lebaran selalu identik dengan peningkatan belanja. Sekalipun sudah ada THR, kadang tetap terasa tak cukup. Nah, bagaimana mensiasatinya?

Menjelang Idul Fitri, daya beli kita biasanya makin meningkat. Maklum, kali ini tak hanya ada gaji yang siap diandalkan, Tunjangan Hari Raya (THR) juga seolah siap untuk dihabiskan. 

Tak hanya itu, para pelaku bisnis dan penyedia keperluan lebaran pun ikut berlomba menyediakan barang-barang yang dibutuhkan dengan harga yang seringkali menggoda. Jika tak hati-hati dan menahan diri, bisa-bisa gaji dan THR habis sebelum waktunya.

Padahal, kalau dipikir-pikir selama bulan puasa harusnya kita bisa berhemat, karena ada satu waktu makan yang ditiadakan, yaitu makan siang. Faktanya, pengeluaran di bulan puasa dan lebaran justru bisa meningkat 25 - 50% dibandingkan dengan bulan-bulan lain. 

Penyebabnya? Apalagi kalau bukan harga bahan pokok yang selalu naik setiap bulan puasa dan lebaran, budaya berbuka puasa bersama di luar bersama teman dan kerabat, membuat kue-kue dan makanan menjelang lebaran dan tradisi mudik.

Nah, bagaimana agar kita bisa mengatur pengeluaran menjelang lebaran? Termasuk juga mengatur penggunaan THR, agar manfaatnya bisa terasa lebih lama. Coba tips berikut dikutip dari laman chic:

1. Kontrol Diri

Agar dapat berhemat saat berbelanja lebaran, tanyakan pada diri Anda apakah yang akan Anda beli itu benar-benar merupakan kebutuhan dan apakah harganya sesuai dengan tingkat kemampuan? Kontrol diri kita, yuk! Belanja hanya sesuai kebutuhan dan bukan kebutuhan yang diada-adakan.

2. Samakan Pola Belanja

Gaji bulanan, plus tambahan THR menjelang Hari Raya seringkali membuat kita terlena dan merasa bahwa saat ini kita punya banyak uang untuk digunakan. Belanja pun tak lagi memakai anggaran. Nah, agar dana tetap tersisa hingga setelah Hari Raya dan Anda tak mengalami defisit di hari lebaran akibat terlalu banyak berbelanja, tetaplah membuat anggaran belanja dan patuhi. Pakai pola berbelanja yang sama seperti bulan puasa.

3. Tetap Buat Daftar

Cara ini akan membuat Anda dapat meminimalisir pengeluaran yang tak perlu. Uang yang Anda belanjakan sesuai dengan daftar belanja yang Anda buat. Utamakan berbelanja kebutuhan yang pokok dulu, setelah itu baru kebutuhan lainnya. Jangan lupa perkirakan uang yang akan dibelanjakan. Jika Anda menyadari, bahwa Anda tidak disiplin dalam hal keuangan, hindari membawa banyak kartu ATM, apalagi kartu kredit. Bawa saja uang tunai seperlunya.

4. Belanja Jauh-jauh Hari

Memang ini bukan cara yang biasa dilakukan. Namun, ini bisa menghindari lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang puasa dan Hari Raya. Berbelanja jauh hari, harga cenderung stabil dan Anda terhindar dari berdesak-desakan saat belanja. Anda bisa berbelanja barang-barang kebutuhan yang tak cepat kadaluwarsa. Misalnya, bahan-bahan untuk membuat kue kering atau pakaian.

5. THR Khusus untuk Kebutuhan Hari Raya

Jangan gunakan THR untuk berbelanja kebutuhan puasa, apalagi kebutuhan harian. Untuk biaya rutin ini ambil saja dari gaji bulanan. THR hanya khusus digunakan sebagai sumber dana membiayai belanja yang timbul akibat Hari Raya.

6. Hunting Diskon 

Tawaran diskon dan cuci gudang juga bisa Anda manfaatkan untuk membeli keperluan secara lebih hemat. Namun, pastikan bahwa harga yang Anda dapatkan memang benar-benar diskon, bukan hanya permainan marketing belaka.

Dan, jangan lupa esensi dari merayakan lebaran itu sendiri. Bukan fokus pada berbelanja barang-barang baru, tapi pada kemantapan hati kita untuk menyambut 11 bulan  mendatang dengan lebih baik, seperti yang telah kita latih selama bulan puasa. Jadi, tak perlu bermewah-mewah. Sederhana saja, yang penting berkah.

Editor: Ary Nugraheni