Dianggap Tak Mumpuni, RSUD Soewandhie Diabaikan KPU

Rabu, 15 Jul 2015 | 10.00 WIB

Dianggap Tak Mumpuni, RSUD Soewandhie Diabaikan KPU

Rs Dr Soewandhie Surabaya (IST)


CENTROONE.COM - Untuk melakukan uji kesehatan terhadap pasangan calon yang bersaing di Pilwali, KPU Surabaya akan menggunakan RSU dr Soetomo. Tidak seperti Pilwali 2010, yang melakukan pemeriksaan pasangan calon adalah RSUD dr M Soewandie, rumah sakit milik Pemkot Surabaya.

Apakah langkah ini merupakan ketidakpercayaan KPU terhadap rumah sakit milik pemkot? Ternyata penggunaan RSU dr Soetomo sebagai tempat pemeriksaan kesehatan, berdasar kesepakatan KPU Jatim terhadap 11 KPU kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak.

11 KPU kabupaten/kota itu sudah menjalin kerjasama dengan RSU dr Soetomo. Proses penandatanganan naskah kerjasama itu dilakukan secara langsung oleh 11 Ketua KPU kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2015 dengan Pejabat  Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSU dr Soetomo, yang juga bertindak sebagai Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jatim Dr Harsono.

Ke-11 KPU Kabupaten/Kota yang melakukan kerjasama itu terdiri atas KPU Kota Surabaya, KPU Kabupaten Gresik, KPU Kab. Lamongan, KPU Kab. Tuban, KPU Kab. Sumenep, KPU Kab. Mojokerto, KPU Kab. Ngawi, KPU Kab. Ponorogo, KPU Kab. Trenggalek, KPU Kab. Pacitan dan KPU Kota Pasuruan.

Ketua KPU Kota Surabaya Robiyan Arifin menyatakan, pihaknya bersama 10 KPU kabupaten/kota di Jatim bekerjasama dengan RSU dr Soetomo sebagai penyelenggara tes uji kesehatan jasmani dan rohani bagi pasangan calon kepala daerah.

Secara khusus, Robiyan menyatakan pihaknya sangat memercayai kualifikasi kemampuan SDM di RSU dr Soetomo, guna melaksanakan uji tes kesehatan dan rohani bagi para pasangan calon kepala daerah di Kota Surabaya.

“Semua pihak sudah cukup paham akan kualitas SDM RSU dr Soetomo yang sangat mumpuni dan professional dibidangnya, sehingga KPU Kota Surabaya tidak pernah ragu bekerjasama dengan institusi kesehatan milik Pemprov Jatim tersebut,” ungkap Robiyan, Rabu, (15/7/2015).

Jadwalnya dimulai pada 27-30 Juli 2015 dengan berbagai agenda tes baik kesehatan, laboratorium, tes tulis, tes psikiatri, wawancara. Pada 31 Juli 2015, tim dokter penguji yang ditunjuk RSU dr Soetomo akan melakukan rapat guna memutuskan siapa yang dinilai sehat dan lolos tes maupun yang tidak.  

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra