2 Pilot WNI Diduga Gabung ISIS , Ini Kata Kapolri

Jumat, 10 Jul 2015 | 04.00 WIB

2 Pilot WNI Diduga Gabung ISIS , Ini Kata Kapolri

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komples Parlemen, Jakarta, Kamis (2/7). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/


CENTROONE.COM - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menampik mantan pilot Indonesia, Ridwan Agustin dari Air Asia, dan Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno bergabung menjadi anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).   Kapolri menduga keduanya hanya simpatisan atau pendukung.

Dugaan tersebut tengah didalami. "Yang bersangkutan secara penyelidikan belum terkait dengan jaringan ISIS, mungkin juga hanya pendukung atau bersimpati," ucap Badroodin di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/7/2015) malam.

Badrodin berharap publik tak berspekulasi dini terkait hal tersebut. Terlebih, Polri masih berkoordinasi yang dengn BNPT dalam menangani perkara ini. "Jadi masih dalam proses pendalaman," terang dia.

Menurut Badrodin, keduanya tak bisa dipidanakan hanya karena simpatisan ISIS. "Enggaklah  (tidak dipidanakan)," tandas Mantan Wakil Kapolri itu. Kepolisian Australia sebelumnya disebut-sebut melacak keberadaan dua pilot Indonesia yang diduga bergabung dengan ISIS. Hal itu sebagaimana terungkap dalam dokumen Australian Federal Police (AFP).‬

Dugaan itu muncul berdasarkan penyelidikan sejak September 2014. Kedua pilot tersebut berdasarkan pemberitaan "The Intercept" Australia, diketahui bernama Ridwan Agustin dan Tommy Hendratno.‬ Ridwan Agustin disebut pilot maskapai penerbangan AirAsia yang sudah bergabung sejak 2009.

Sementara Tommy Hendratno yang namanya telah berubah menjadi Abu Alfatih Hendratno disebut sebagai mantan pilot militer yang dilatih di Paris dan bekerja untuk sebuah sekolah penerbangan lokal.

Organisasi pemantau perekrutan militan asing, Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), melaporkan adanya peningkatan tajam jumlah WNI yang bergabung dengan ISIS dalam beberapa bulan terakhir. Disebutkan, antara 1 Maret dan 1 Juni 2015, 44 WNI terbunuh di Suriah dan Irak.

Dari 44 WNI yang terbunuh dalam laporan IPAC, disebutkan salah satunya adalah teman Ridwan di Facebook, Heri Kustyanto. Kustyanto atau dikenal dengan Abu Azzam Qaswarah Al Indonesy, menurut laporan IPAC, adalah satu dari tiga WNI yang berlatih dalam pasukan elite ISIS. Pernyataan IPAC sendiri keluar setelah muncul kabar dua pilot Indonesia yang bergabung dengan ISIS.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra