Anggota Dewan Urunan Beli Rumah Bung Karno

Selasa, 09 Jun 2015 | 18.00 WIB

Anggota Dewan Urunan Beli Rumah Bung Karno <br>

Rumah tempat lahir Bung Karno di Jl Pandean IV Surabaya. (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Surabaya memang dikenal sebagai kota lahir Founding Father bangsa ini, Ir Soekarno. Selain banyaknya catatan sejarah berupa buku dan literatur, tempat lahir Proklamator RI ini juga masih bisa disaksikan generasi saat ini. Sayang, tempat lahir berupa rumah yang ada di kawasan Jl Pandean IV/40 Surabaya itu terkesan tak terawat.

Upaya melegalkan bangunan itu sebagai aset Pemkot Surabaya, belum juga rampung alias terkendala. Rumah itu memang ada penghuninya, biasanya rumah itu akan ramai saat ada peringatan hari kebangsaan. Namun setelah itu, sunyi kembali.

Sudah sepantasnya rumah berukuran 6x10 meter itu menjadi aset pemkot. Bahkan tak menutup kemungkinan, rumah itu bisa menjadi situs dan benda cagar budaya milik Surabaya. Karena rumah itu sendiri usianya sudah lebih dari 50 tahun. Kini rumah itu hanya ditempati Khoiri dan Jamilah. Pemkot melalui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah menawar rumah itu seharga Rp700 juta. Namun penghuni rumah itu menolaknya, belakangan pemilik rumah memberikan penawaran seharga Rp5 miliar.

Sementara kerabat pemilik rumah, Mahmud (73), enggan berkomentar soal harga tersebut. Menurut dia, masalah penawaran adalah urusan keluarga dengan pemkot. Menurut dia, kalau bukan keluarga yang memberikan nilai rumah itu, sebaiknya tak perlu percaya kabar harga rumah itu.

Sementara Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Sukadar menyatakan, polemik rumah Bung Karno sudah pernah diambil alih oleh PDI Perjuangan. Menurut dia, saat Bambang DH jadi Wali Kota Surabaya, masalah itu sudah ditangani. Namun terkendala penawaran harga dari pemilik rumah.

Dia menegaskan, Pemkot Surabaya harus intensif melakukan nego harga rumah itu agar ada proses sama-sama menguntungkan. Namun jika hal itu tak juga beres, Sukadar menegaskan siap urunan bersama 15 anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan. “Hal ini akan kami bicarakan kepada Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana,” tandas Sukadar. 

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra