MERS Tewaskan 4 Orang, Korsel Tutup Ratusan Sekolah

Sabtu, 06 Jun 2015 | 10.00 WIB

MERS Tewaskan 4 Orang, Korsel Tutup Ratusan Sekolah <br>

Seorang wanita, diyakini terinfeksi dengan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), terbaring diatas brankar ruang karantina rumah sakit di Seoul, Korea Selatan, Senin (1/6). ANTARA FOTO/REUTERS/Park Jung-ho/News1/


CENTROONE.COM - Korea Selatan darurat MERS. Munculnya Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di negara K-Pop itu telah menewaskan empat orang.

Cepatnya penyebaran virus yang menyerang sistem pernafasan ini membuat pemerintah Korsel memutuskan untuk menutup ratusan sekolah, untuk mencegah virus tersebut tersebar lebih cepat. Demikian seperti dilaporkan AFB, Sabtu, (6/6/2015).  MERS berasal dari keluarga koronavirus yang meliputi virus flu dan SARS, dan dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan, pneumonia dan gagal ginjal.

Sekolah yang ditutup terdiri dari 900 sekolah mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Sementara itu,  Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Uni Eropa (ECDC), Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Kemunculan MERS di Korsel diketahui setelah  dua orang yang terdiri dari perempuan dan pria menjadi korban yang meninggal akibat virus MERS di Korea Selatan ini. Pasien pertama adalah perempuan berusia 58 tahun yang kontak langsung dengan seorang warga Korea Selatan yang mengunjungi Timur Tengah. Pasien kedua adalah seorang pria berusia 71 tahun. Korban meninggal pertama kasus MERS tercatat pada Juni 2012 di Arab Saudi.  bbs