Siapkan Kejutan di Sidang Praperadilan Novel Baswedan

Kamis, 04 Jun 2015 | 13.25 WIB

Siapkan Kejutan di Sidang Praperadilan Novel Baswedan<br>

Abraham Samad (ANTARA)


CENTROONE.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Abraham Samad akan menjadi saksi di sidang praperadilan Novel Baswedan, Pengadilan Negeri Jaksel. Setibanya di PN Jaksel, Abraham mengaku akan memberikan kejutan dalam persidangan.

"Kalau sampaikan sekarang nanti sudah basi. Supaya itu merupakan sesuatu yang surpirse. Kalau dikemukakan sekarang tidak jadi suprise," kata Abraham. "Saya jelaskan apa yang saya ketahui dan saya lihat. Dengan sebenar-benarnya. Saya paham betul semua proses yang menimpa Novel saya ketahui jelas karena sata itu saya sebagai ketua KPK," ditambahkan Abraham.

Salah satu kuasa hukum Novel, Julius Ibrani, mengungkapkan, Abraham akan menjadi saksi bersama dua orang lainnya. Yakni Taufik Baswedan kaka kandung Novel dan Wisnu Broto selaku Ketua RT. Selain mengajukan tiga orang saksi, pihak Novel mengajukan 3 orang ahli, yakni Romo Franz Magnis Suseno selaku pengajar etika hukum, Fahrizal (dosen hukum pidana), dan Rafendy Djamin (pakar HAM). Sedangan ahli, baru hadir dua orang, termasuk Frans. Menurut Muji Kartika Rahayu, Ketua Tim kuasa hukum Novel, seorang ahli lainnya masih dalam perjalanan.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan sebelumnya memutuskan mempraperadilankan Polri meski pimpinan KPK memintanya untuk meredakan suasana setelah terjadi konflik KPK dan Polri pascapenetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan (BG). Novel memutuskan untuk menggugat Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso (Buas), dan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Hery Prastowo atas dua alasan.

Pertama, penangkapan dan penahanan terhadapnya oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri melanggar hukum acara pidana dan prosedur internal penyidikan Polri, sehingga mengakibatkan kerugian materil dan imeteriil.

"Kedua, di atas kepentingan pribadi, 'concern' saya adalah kewibawaan lembaga penegak hukum, dalam hal ini kepolisian," terang Novel beberapa waktu lalu. Novel menginginkan drama penangkapan dan penahanannya menjadi momentum untuk mengoreksi kinerja Polri, sehingga menjadi pintu masuk meningkatkan kredibiltas Koprs Bhayangkara. "Bukan semata-mata untuk kepentingan saya, melainkan untuk perbaikan organisasi kepolisian itu sendiri," terang Novel.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra