Camat - Lurah Ujung Tombak Pengawasan Penduduk di Surabaya

Selasa, 30 Jun 2015 | 21.37 WIB

Camat - Lurah Ujung Tombak Pengawasan Penduduk di Surabaya

Walikota Tri Rismaharini saat melakukan pengarahan (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Peningkatan pengawasan dan kewaspadaan di lingkungan saat ini memang dibutuhkan. Hal ini menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, menjadi tanggungjawab para camat dan lurah di masing-masing wilayah. Apalagi hal ini terkait jelang Hari Raya Idul Fitri 1436H.

Langkah antisipatif untuk keamanan lingkungan memang menjadi rutinitas setiap tahun, karena Surabaya akan jadi sasaran warga pendatang. Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika memberikan pengarahan kepada para camat dan lurah di acara rapat koordinasi yang digelar di Graha Sawunggaling, lantai VI Pemkot Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Dalam kesempatan itu, wali kota menyampaikan tentang penanganan pendatang baru serta  penanganan keamanan selama masa libur lebaran di masing-masing wilayah. Selain itu dibahas tentang antisipasi bahaya kebakaran.  Terkait fenomena membludaknya penduduk musiman di Surabaya di akhir periode Ramadhan, wali kota menekankan pentingnya bagi Pemkot Surabaya untuk memiliki database yang berisi data terbaru warga pendatang tersebut.

Karenanya, wali kota menginstruksikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya ataupun Satpol PP untuk aktif bergerak melakukan pendataan.

Semisal melakukan operasi yustisi KTP di wilayah kos-kosan, kawasan bantaran sungai ataupun makam. Termasuk juga para pekerja yang bekerja di kawasan perumahan. Setiap camat dan lurah juga diminta membuat surat edaran perihal penduduk yang musiman wajib memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) yang  kemudian ditindaklanjuti oleh RT/RW. Termasuk warga pendatang yang menginap 2x24 jam, diwajibkan melapor. Untuk pembuatan SKTS, Dispendukcapil diimbau untuk tidak dengan mudah membuatkannya.

“Tolong jangan mudah begitu saja memberikan SKTS kepada penduduk musiman. Tolong dicek dulu apa pekerjaannya, tinggalnya di mana. Nanti datanya dibandingkan antara sebelum dan setelah Lebaran. Supaya warga pendatang ini juga berpikir bahwa mereka dipantau. Sebab, kalau tidak melakukan ini, beban Surabaya nanti tambah berat,” jelas wali kota.




oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra