Bandara Baru Tak Sesuai Impian, Arsitek Dieksekusi

Selasa, 30 Jun 2015 | 13.00 WIB

Bandara Baru Tak Sesuai Impian, Arsitek Dieksekusi

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) tersenyum di samping sang istri Ri Sol ju saat memberikan pengarahan lapangan di terminal baru Bandara Internasional Pyongyang dalam foto tanpa tanggal yang disiarkan Kantor Pusat Berita Korea Utara (KCNA), Kamis (25/6). ANTARA FOTO/REUTERS/KCNA/djo/15


CENTROONE.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baru-baru ini memamerkan Bandara Baru di Kota Pyongyang lewat beberapa foto kunjungannya di bandara tersebut.  Namun meski di foto itu Kim Jong Un terlihat tersenyum puas, namun ternyata yang terjadi sebaliknya.

Ternyata, Kim Jong Un kurang menyukai desain bandara baru tersebut.  Padahal Kantor berita KCNA  sampai memublikasikan sedikitnya 30 foto pada pekan lalu, yang menampilkan Kim Jong Un dan istrinya saat meninjau bandara baru Pyongyang tersebut. Namun, ada yang hilang dalam foto-foto peresmian bandara ini, yaitu Ma Won Chun, yang menjabat sebagi direktur Departemen Desain Komisi Pertahanan Nasional.

Ma Won Chun adalah arsitek kepala yang membidani proyek terbesar Pemerintah Korea Utara ini. Chun dikabarkan ikut dieksekusi bersama empat pejabat tinggi lainnya dalam salah satu operasi "pembersihan". Eksekusi itu, menurut laporan dikarenakan Kim Jong Un tidak terlalu menyukai desain bandara tersebut.

Situs berita The Diplomat mengabarkan, Ma dihukum mati pada November 2014 karena melakukan korupsi dan gagal mengikuti perintah. Kematian Ma berbarengan dengan kabar yang menyatakan bahwa renovasi bandara itu sempat dihentikan karena Kim Jong Un tak puas dengan rancangan bandara baru itu.

"Terdapat cacat dalam tahap terakhir pembangunan Terminal 2 bandara karena perancang gagal merumuskan ide partai soal arsitektur indah yang merupakan inti ilmu arsitektur untuk menjaga karakter dan identitas nasional," ujar Kim menurut situs NK News, yang mengutip laporan media pemerintah. bbs