Koalisi Majapahit Deklarasi, Optimis Kalahkan Petahana

Senin, 29 Jun 2015 | 21.49 WIB

Koalisi Majapahit Deklarasi, Optimis Kalahkan Petahana

Foto: Koalisi Majapahit yang dideklarasikan oleh enam pimpinan partai politik di Surabaya.


Centroone.com - Akhirnya Koalisi Majapahit yang terdiri dari enam partai politik di Surabaya, dideklarasikan. Koalisi ini optimis mampu mematahkan munculnya pasangan petahana, Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana yang bakal diusung PDI Perjuangan.
Disampaikan Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin, disela-sela deklarasi di Hotel Majapahit Surabaya, sejak awal pihaknya menolak jika Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya saat ini mampu meraih kemenangan mudah. Dia berpendapat, Risma adalah manusia biasa dan bisa dikalahkan.
Alasannya, sebagai manusia yang bukan malaikat, Risma memiliki kelebihan dan kekurangan. Justru kondisi ini diibaratkan Syamsul seperti Pilkada DKI Jakarta. Saat itu, gubernur petahana Fauzi Bowo digaungkan bakal terpilih kembali, ternyata malah sebaliknya.
Adik kandung Menpora Imam Nahrawi ini justru optimis, wali kota Surabaya ke depan tak akan dijabat wanita. Karena dengan kebersamaan partai politik yang ada, dirinya optimis bisa memenangkan pertarungan di Pilwali Surabaya.
Dalam deklarasi itu, hadir Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Suhartojo, Plt Ketua DPD Golkar Surabaya Mumammad Alyas, Ketua DPC Partai Gerindra BF Sutadi, Ketua DPD PKS Ibnu Shobir, Ketua DPC PKB Syamsul Arifin dan Ketua DPC PAN Surat.
Sutadi menjelaskan, dibentuknya koalisi ini tidak bermaksud menjegal calon wali kota petahana yang rencananya akan diusung PDI Perjuangan, melainkan targetnya agar Surabaya bisa melahirkan kompetisi yang memadai dan bisa seimbang. "Kami akui calon petahana kuat dengan partai yang kuat pula. Maka kami sepakat menyiapkan calon. Setelah ini kami akan kerja keras," ujar Sutadi.
Sampai saat ini, Sutadi juga menegaskan, kepastian maju-tidaknya Risma belum bisa dipastikan, mengingat belum adanya rekomendasi dari PDI Perjuangan. Terkait siapa yang nantinya bakal ditunjuk sebagai calon wali kota (Cawali) dan calon wakil wali kota (Cawawali) dari Koalisi Majapahit, Sutadi mengaku semua calon yang telah mendaftar memiliki peluang sama.
Agenda selanjutnya koalisi ini, dikatakan Ketua Panitia Deklarasi AH Thony, membentuk tim kerja. Tugasnya melakukan penjaringan terkait nama-nama yang akan diusung oleh Koalisi Mojopahit.
Ibnu Shobir, Ketua DPD PKS Surabaya mengatakan, kehadiran pimpinan 6 parpol untuk berkoalisi merupakan wujud keseriusan dalam rangka menghasilkan kepemimpinan yang bagus.
Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, koalisi ini harus benar-benar memunculkan tokohnya. Sebab, jika tidak ada calon dan hanya ada satu pasangan calon dari partainya, maka Pilwali Surabaya bisa tertunda. Sementara yang mengisi jabatannya adalah pejabat sementara dengan waktu selama dua tahun sampai 2017 digelarnya Pilkada serentak se-Indonesia.
Jangan sampai kepemimpinan di Surabaya ini dijabat oleh pejabat sementara dengan waktu yang lama. Ini tentunya hanya akan menguntungkan satu kelompok saja.
 
Oleh : Windhi Ariesman / Editor : Adi Cahyo