Artis Bella Sophie Sewa Apartmen Mewah Tersangka Korupsi Transjakarta

Senin, 29 Jun 2015 | 19.48 WIB

Artis Bella Sophie Sewa Apartmen Mewah Tersangka Korupsi Transjakarta

Bella Sophie (foto : ist)


Centroone.com - Apartemen mewah milik mantan Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono pernah disewa Artis Bella Sophie. Apartmen yang disewa itu berada di kawasan, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Penyewa di Tower Mirrage, Apartemen Casa Grande, Bella Sophie," ucap Badan Pengelola Apartemen Casa Grande, Agus Sumitro saat bersaksi untuk terdakwa Udar Pristono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/6/2015).
Dikatakan Agus, apartemen itu disewa oleh Bella selama satu tahun. Bella, Agus, masih menempati apartemen tersebut ketika dirinya sudah tidak lagi bekerja sebagai pengelola disana pada bulan Februari 2015.
"(Harga sewa apartemen) 1000-1500 dolar AS per bulan, itu rata-rata, jadi tidak secara resmi karena apartemen punya harga dan kualitas masing-masing," ujar Agus.
Pun demikian, Agus mengaku tidak tahu mengenai pembayaran apartemen tersebut. Sebab, hal tersebut bukan kewenangannya.
"Saya kurang tahu lunas atau tidak karena saya dari pengelola, bukan developer, pengelola bertanggung jawab untuk mengelola Casa Grande sedangkan badan pengelola yang tahu siapa penghuni, yang tahu administrasinya developer," tandas dia.
Bella Sophie juga pernah menjalani pemeriksaan penyidik di Kejaksaan Agung, 19 November 2014 terkait apartemen itu. Akan tetapi Bella mengaku tidak mengenal Udar. Menurut Bella, dirinya hanya menyewa apartemen tersebut dengan harga 500 juta per tahun.
Udar didakwa dengan tiga dakwaan berlapis oleh jaksa, yakni dugaan korupsi pengadaan Bus Transjakarta Tahun Anggaran 2012 serta Tahun Anggaran 2013, penerimaan gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang.
Pada dakwaan pertama, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mendakwa Udar telah merugikan uang negara sekitar Rp63.965.627.950 dalam pengadaan Bus Transjakarta Tahun Anggaran 2012 serta Tahun Anggaran 2013.
Sementara untuk pengadaan bus Transjakarta tahun anggaran 2013 pada dakwaan kedua, Jaksa menduga dalam tahun anggaran 2013, negara dirugikan hingga sebesar Rp54.389.065.200 sesuai dengan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dibuat BPKP.
Atas perbuatannya itu, Udar didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tahun Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Udar tidak hanya didakwa telah melakukan korupsi pengadaan Transjakarta serta gratifikasi, tapi juga didakwa telah melakukan tindak pidana pencucian uang.
Jaksa menuturkan, selain menerima penghasilan selaku kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang juga merangkap pengguna anggaran pada Dinas Pehubungan DKI Jakarta, Udar telah menerima pemberian uang dari sejumlah orang. Diduga pemberian itu terkait jabatan Udar selaku kepala Dinas Perhubungan.
Perbuatan Udar Pristono tersebut diancam pidana dalam Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Dalam salah satu dakwaan pencucian uang Udar Pristono, disebutkan bahwa Udar pernah membeli  1 unit Apartemen Tower Mirage lantai 32 Nomor 32-03 R seluas 84,2 M2 pada  tanggal 17 September 2012. Namun apartemen itu dibeli atas nama istrinya yaitu Lieke Amalia dengan membayar uang muka Rp 1.440.878.000.
 
Oleh : Rangga Tranggana / Editor : Adi Cahyo