Andriansyah Minta Uang ke Bos PT MMS untuk Kongres PDIP

Senin, 29 Jun 2015 | 19.41 WIB

Andriansyah Minta Uang ke Bos PT MMS untuk Kongres PDIP

Andrew Hidayat (foto : ist)


Centroone.com - Terdakwa Andrew Hidayat mengakui sejumlah Rp 1 milyar, US$ 50,000, dan SGD 50,000 yang diberikan kepada Anggota Komisi IV DPR RI, Andriansyah untuk membantu kongres Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Bali. Namun, batuan itu tak terrealisasi lantaran Marketing Manager dan pemilik saham terbesar PT Mitra Maju Sukses (PT MMS) itu dan Andriyansyah ditangkap satgas KPK.
"Dan itu sesuai dengan BAP Adriansyah, bahwa dia (Adriansyah) minta bantuan untuk kongres dan itu belum disampaikan ke kongres," ungkap kuasa hukum terdakwa Andrew, Bambang Hartono usia persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/6/2015).
Dikatakan Bambang, uang miliaran rupiah dan puluhan ribu dolar Amerika Serikat (AS) dan Singapura itu untuk biaya pengobatan.
"Bantuan, satu untuk pengobatan, kan ada beberapa dia kasih uang itu. Kalau tidak salah itu ada empat kali, yang tiga kali itu memang Adriansyah itu sakit ke Singapora, dan kebetulan 9 April itu ada kongres di Bali," ujar Bambang.
Bambang menekankan uang itu dalam rangka membantu Adriansyah di kongres PDIP. Hal itu diungkapkan Bambang setelah disinggung apakah uang itu untuk pribadi Adriansyah atau untuk dana kongres PDI Perjuangan.
"Itu dalam rangka meminta bantuan dalam rangka dia kongres PDIP dan itu belum disampaikan ke panitia kongres lalu sudah tertangkap petugas KPK. Uang itu sama sekali tidak ada hubungan izin usaha pertambangan itu. Yang satu sudah jalan yang satu belum jalan, yang satu itu Indo Asia Cemerlang," ungkap dia.
Bambang pada kesempatan ini membantah jika uang yang diserahkan kliennya ke Adriansyah melalui oknum Anggota Polri Agung Krisdiyanto sebagai suap pengurusan izin pertambangan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. "Bahwa mengenai izin, semua izin pertambangan itu adalah sesuai dengan aturan. Dan Mengenai uang, memang kita akui, pemberian uang itu dari klien kita ke Pak Adriansyah untuk bantuan, tidak ada hubungan dengan izin usaha pertambangan. Sama sekali tidak ada," pungkas Bambang.
Dalam dakwaan Jaksa penuntut umum dari KPK , Andrew Hidayat disebut menyuap Adriansyah miliaran rupiah. Andrew  menyerahkan uang yang totalnya Rp 1 milyar, US$ 50,000 dan SGD 50,000 melalui Agung Krisdiyanto, di antaranya diserahkan di Sanur Hotel Swiss Belhotel, Bali, saat partai moncong putih tengah menggelar kongres.
Atas perbuatan tersebut, jaksa penuntut umum dari KPK mengancam Andrew Hidayat sebagaimana diantur Pasal 5 ayat (1) hutuf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagamana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Oleh : Rangga Tranggana / Editor : Adi Cahyo