Sudah Mati, Windows XP Sumbang Miliaran Untuk Microsoft

Minggu, 28 Jun 2015 | 23.00 WIB

Sudah Mati, Windows XP Sumbang Miliaran Untuk Microsoft


CENTROONE.COM - Microsoft secara resmi telah mematikan Windows XP.  Namun sistem operasi yang sudah berusia lebih dari 1 dekade itu tetap memberikan keuntungan besar bagi Microsoft.  Windows XP dihentikan penjualannya pada tahun 2010 sebelum akhirnya benar-benar dimatikan pada tahun 2014 lalu.

Namun meskipun begitu, sistem operasi itu baru-baru ini dilaporkan telah memberikan Microsoft pendapatan sebesar USD 9,1 juta!.  Pendapatan itu didapat dari kerjasama antara Microsoft dan angkatan laut Amerika Serikat.  

Lewat salah satu programnya yaitu, Space and Naval Warfare Systems Command (SPAWAR) US Navy menjalin kontrak senilai USD 9,1 juta dengan Microsoft untuk menjamin dukungan dan layanan update keamanan pada 100.000 workstation yang masih menggunakan Windows XP, Office 2003, Exchange 2003, dan Windows Server 2003. Kontrak penuh dapat diperpanjang sampai 2017, dan bisa bernilai sampai USD 30,8 juta, demikian dilaporkan IDG News.

"Navy bergantung pada sejumlah aplikasi dan program yang ada pada produk populer Windows itu. Sampai aplikasi dan program tersebut dimodernisasikan atau dihapus, kontinuitas layanan ini diperlukan untuk menjaga efektivitas operasional," Steven Davis, juru bicara SPAWAR , mengatakan kepada IDG. Menurut pakar keamanan langkah itu dilakukan, karena meskipun US Navy punya uang untuk melakukan modernisasi sistem, namun hal seperti itu bukanlah hal sederhana. 

"Tidak mudah bagi sebuah organisasi dengan ukuran dan jangkauan global seperti US Navy untuk memperbarui seluruh jaringan komputernya.Navy seharusnya sudah berencana untuk transisi lebih cepat, tapi itu masih situasi yang sangat kompleks bagi mereka." ahli cybersecurity Joe Loomis, CEO dari CyberSponse, mengatakan kepada Business Insider.  

US Navy bukan satu-satunya kantor publik yang menandatangani kontrak  besar dengan Microsoft terkait Windows XP. Tahun lalu, pemerintah Inggris menandatangani kontrak senilai USD 9,2 juta tahun lalu untuk mendukung semua pelanggan sektor publik, sementara pemerintah Belanda juga menandatangani sebuah kesepakatan "multi-juta euro" untuk layanan serupa.

oleh:William - editor:YL.antamaputra