Ilham Arief Tak Masalah jika Ditahan KPK

Minggu, 28 Jun 2015 | 13.00 WIB

Ilham Arief  Tak Masalah jika Ditahan KPK


CENTROONE.COM -Mantan wali kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menampik mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/6/2015) lalu. Ilham mengklaim tak menerima surat panggilan pemeriksaan dari lembaga antirasuah itu.

Ilham sebelumnya diagendakan diperiksa tim penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait kerja sama kelola dan transfer untuk instalasi PDAM Kota Makassar. Namun, yang bersangkutan tak memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Klien kami tidak pernah menerima panggilan dari KPK. Belum (terima surat panggilan pemeriksaan). Kita sudah cek ke rumahnya, tapi tidak ada surat panggilan," kata Samar Omar Saleh, kuasa hukum Ilham, melalui pesan singkat, Minggu (28/6/2015).

Menurut Omar, kliennya bakal memenuhi panggilan pemeriksaan KPK selanjutnya. Meski demikian, Ilham sampai saat ini masih berada diluar negeri untuk menjalankan ibadah Umroh. "Dia (Ilham Arief Sirajuddin) akan datang. Itu kewajiban hukum," imbuh Omar. Omar tak masalah jika pemeriksaan mendatang akan berujung pada upaya hukum yakni penahanan terhadap klienya. "Itu wilayah KPK. Ya, itu hak KPK," tandas Omar.

Pemeriksaan Ilham pada Rabu (24/6/2015) itu merupakan yang pertama kali setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Juni 2015 lalu. Penetapan tersangka saat ini merupakan yang kedua kali. Surat perintah penyidikan (sprindik) baru, dikeluarkan setelah gugatan praperadilan Ilham dikabulkan oleh hakim tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati di PN Jaksel.

Dalam kasus ini, Ilham dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah ke dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Akan tetapi, mantan wali kota Makassar dua periode itu nampaknya tak mau menyerah begitu saja atas penetapannya sebagai tersangka oleh KPK untuk yang keduakalinya.

Dia kembali melawan KPK dengan menggugat kembali ke jalur praperadilan. Permohonan praperadilan Ilham telah dilayangkan Selasa (16/6/2015).


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra