Berubah Fungsi Jadi Jalur Utama, MERR Ikut Macet

Sabtu, 27 Jun 2015 | 22.35 WIB

Berubah Fungsi Jadi Jalur Utama, MERR Ikut Macet

Salah satu ruas jalan di Surabaya (Centroone)


CENTROONE.COM - Jalan MERR (Middle East Ring Roads) II C  yang diberi nama Jl Soekarno, seharusnya jadi jalur alternatif  untuk mengatasi kemacetan di kota Surabaya. Namun kenyataan tak sesuai dengan rencana. Jalur itu sudah tak nyaman lagi karena sejak dibuka dua tahun lalu, kawasan itu juga turut macet.
 
Disampaikan Kepala Bidang Perancangan dan Pemanfaatan, Dinas Bina Marga dan Pematusan Surabaya Ganjar Siswo Pramono, pembangunan jalur itu memang sukses. Namun saat dioperasikan, justru jalur itu bukan lagi sebagai alternatif tapi malah jadi jalur utama dan kini pun kena imbas kemacetan. “Seharusnya, fungsi jalur MERR adalah jalur pengurai kemacetan untuk wilayah Surabaya Timur. Nyatanya jalur itu malah macet,” kata Ganjar. Perlu diketahui, jalur itu dirancang sejak 20 tahun lalu dan baru bisa dibangun saat ini.

Tentu saja konsep jalan untuk tahun 90-an itu sudah tak layak untuk jaman sekarang. Karena itu wajar saja jika MERR menjadi tempat kepindahan kemacetan. Ganjar mengatakan, untuk MERR saat ini harus ada evaluasi untuk menyesuaikan kekiniannya. Pemkot tak bisa berbuat banyak karena ini memang proyek pusat. “Saat jumlah kendaraan semakin banyak, ternyata lebar dan panjang jalannya tetap. Ini yang jadi inti persoalannya,” jelasnya.Yang tidak diperhitungkan, saat MERR dibuka, kawasan itu justru jadi kawasabisnis.

Hal ini yang menjadi faktor kemacetan karena tumbuhnya pusat perdagangan di kawasan itu. Akibat jadi kawasan bisnis, justru mobilitas kendaraan semakin tinggi. Apalagi tempat parkir tak ada dan pengguna memarkir kendaraan di pinggir jalan sehingga semakin menambah kepadatan jalan.

Pembangunan di MERR tak mengikuti aturan sempadanjalan. Seharusnya jarak bangunan dengan tepi jalan harus jauh, itu berguna untuk tempat parkir di bangunan tersebut. Pemkot pun harus menindak bangunan yang berada di kawasan jalan nasional tersebut, agar semuanya tertib.

 oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra