Rupiah Terus Melemah, Menteri Sektor Ekonomi Wajib Direshuffle

Sabtu, 27 Jun 2015 | 17.37 WIB

Rupiah Terus Melemah, Menteri  Sektor Ekonomi Wajib Direshuffle

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Dirut Pelindo II R.J. Lino (kanan) menjelaskan soal perkembangan pembangunan tol laut di ruang Planning and Control Tower, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (17/6).ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf


CENTROONE.COM - Presiden Joko Widodo diminta melakukan perombakan (Reshuffle) kabinet terhadap menteri yang membidangi sektor ekonomi. Perombakan itu harus dilakukan lantaran masalah ekonomi di Indonesia saat ini berada dalam situasi darurat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi dalam diskusi bertajuk. "Menteri Menghitung Hari" di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/6/2015). Persoalan ekonomi itu mengemuka dari melambatnya gerak ekonomi hingga pelemahan kurs rupiah. "Menteri di sektor ekonomi harus mengalami perombakan. Kalau ekonomi kita terpuruk yang rugi bukan satu dua orang tapi seluruh bangsa akan alami kerugian yang drastis," ujar Budi.

Budi berharap sosok yang ditunjuk menjadi menteri ekonomi seharusnya yang menguasai lapangan. Selain itu dapat merumuskan kebijakan secara tepat. "Jangan sampai kebijakan itu dirumuskan malah kontraproduktof terhadap program-program pemerintah Jokowi ke depan," pungkas Budi.

Sementara itu, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengungkapkan bahwa Jokowi tidak perlu ragu untuk merombak kabinet. Menurut dia, Jokowi tidak perlu melihat asal partai dalam mencari sosok menteri . Ditegaskan Yandri, Jokowi harus menunjuk berdasarkan kemampuan. "Misalnya, kalau menurut Pak Jokowi tidak becus, layak direshuffle, ini saatnya. Tunjuk yang bisa bekerja, cakap pada bidangnya dan patuh pada presiden, bukan pada bos yang lain," kata Yandri.

 oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra