Kenali Gejala Virus Mematikan MERS untuk Pencegahan Dini

Sabtu, 27 Jun 2015 | 15.08 WIB

Kenali Gejala Virus Mematikan MERS untuk Pencegahan Dini

Foto: centroOne/Reuters


Centroone.com - Dunia kembali dikejutkan dengan maraknya Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS).

Virus ini banyak mengancam Seoul, Korea Selatan dan negara Timur Tengah. Di Seoul sendiri dari tanggal 9 sampai 16 Juni 2015 lalu, menghimbau warganya untuk mengenakan masker demi mencegah terpapar virus MERS.

Virus MERS atau Middle East Respiratory Syndrome atau juga dikenal sebagai virus korona sebenarnya di tahun 2014 lalu sudah merebak di Arab Saudi. Kini, virus mematikan ini kembali mengintai warga dunia. Beberapa korban jiwa akibat virus MERS pun kembali berjatuhan.

Virus ini diketahui menyerang sistem pernapasan. Tapi sebaiknya tak perlu khawatir dengan MERS, karena pihak medis telah melansir berbagai informasi mengenai gejala serta cara pencegahan agar virus tersebut tak menular.

Adapun gejala awal dari orang yang telah terinfeksi virus MERS mirip dengan gejala penyakit flu. Misalnya demam tinggi hingga 39 derajat celsius, batuk, serta pilek dan sesak napas.

Jika Anda mengalami hal tersebut setelah berada, berhubungan, atau pulang dari wilayah Arab Saudi atau Korea Selatan, maka ada baiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.

Untuk mencegah tertular, maka sebisa mungkin hindari orang yang sedang mengalami gejala di atas. Sering mencuci tangan dengan antiseptik bila berada di luar ruangan, dan menjaga kebersihan diri.

Gunakan masker putih tebal, bukan masker hijau biasa kemana-mana, agar tak tertular virus yang perantaranya salah satunya adalah udara itu.

Beberapa sumber mengatakan, meskipun sudah menyebabkan banyak korban tewas dan penelitian terus dilakukan terhadap fenomena penyakit ini, tapi belum diketahui pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini.

Selain itu, jama'ah Umroh juga disarankan untuk menjauhi onta atau meminum susu dari hewan tersebut. Biasanya agenda wisata usai Umroh adalah melihat onta dan berfoto dengan hewan ini.

Untuk sementara hindari berinteraksi dengan hewan khas padang pasir tersebut, agar lebih aman dari virus MERS.

(Berbagai Sumber)