Operasi Pasar Diutamakan Di Kampung Ekonomi Lemah

Sabtu, 27 Jun 2015 | 07.00 WIB

Operasi Pasar Diutamakan Di Kampung Ekonomi Lemah

Salah satu kegiatan operasi pasar di Jatim (ANTARA)


CENTRONE.COM - Saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri, ada kecenderungan pedagang memainkan harga sembako. Yang paling dikhawatirkan, masalah kenaikan harga.

Guna menstabilkan harga itu, tentu butuh peran serta pemerintah. Dalam hal ini, Komisi B DPRD Surabaya akan melakukan pantauan harga sembako sekaligus memastikan stok di Surabaya cukup sampai lebaran.

Hal ini dipertegas Ketua Komisi B Mazlan Mansur. Menurutnya, sidak itu akan dilakukan mulai 22-26 Juni. Sidak ini, kata dia, wajib dilakukan walau laporan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Surabaya bahwa kebutuhan bahan pokok di Surabaya masih aman.

“Namun kita tak bisa langsung percaya begitu saja, kita harus turun ke lapangan untuk memantunya. Ini sangat penting, demi warga Surabaya,” aku Mazlan.

Saat ini, ada beberapa harga bahan pokok yang sudah mengalami inflasi. Namun sepanjang kenaikannya berkisar empat persen, ini masih dalam batas normal. Berbeda jika kenaikannya sudah di atas empat persen, maka pemerintah harus menggelar operasi pasar.

Saat ini, Pemkot sejak sebelum Ramadhan sudah melakukan antisipasi dengan bazaar Ramadhan. Tindakan ini semacam operasi pasar yang langsung mendatangi titik di perkampungan agar tak terjadi gejolak kenaikan yang signifikan.

Pemkot saat ini sudah menaikan intensitas operasi pasar itu. Tahun lalu hanya 10 kali, namun untuk tahun ini sudah menjadi 20 kali di 20 titik berbeda. Bagi Mazlan, pemkot tetap harus memerbanyak intensitasnya. Jika perlu dilakukan sampai mendekati lebaran dengan penyelenggaraan lebih banyak lagi.

Mengapa harus menambah intensitas operasi pasar? Sebab tak sedikit warga yang harus gigit jari saat mengantre di operasi pasar itu. Saat tiba giliran warga tersebut, justru sudah habis. Selain itu harus mengutamakan kampung dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Operasi pasar juga untuk menekan adanya inflasi yang lebih tinggi.  

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra