Persiapan Kuat, PPDB Online Optimis Berjalan Lancar

Sabtu, 27 Jun 2015 | 06.00 WIB

Persiapan Kuat, PPDB Online Optimis Berjalan Lancar

Sosialisasi PPDB di Taman Bungkul


CENTRONE.COM - Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem online, optimis berjalan lancar. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan kepada wartawan, Jumat (26/6/2015).

Menurut dia, guna menunjang pelaksanaan PPDB Online, pihaknya sudah mengecek kesiapan seperti uji perangkat server serta bandwidth. Hal ini untuk mengantisipasi trouble saat pendaftaran.

“Dinas Pendidikan dibantu PT Telkom dengan menyediakan bandwidth sebesar 200 MBps (Mega Byte per Second). Dengan bandwidth sebesar itu, server diharapkan tidak akan lemot bila ada 10.000 pendaftar yang melakukan login secara bersamaan,” janji Ikhsan.

Untuk memermudah masyarakat, pihak PT Telkom menyediakan wifi corner di 80 titik se-Surabaya. Wifi-id juga hampir tersedia di semua sekolah dan balai RW. Untuk memudahkan dalam pendaftaran, dalam website PPDB Online, www.ppdbsurabaya.net, disediakan struktur kebutuhan data tentang cara aplikasi pemilihan.

Di website itu ada cara memilih, harapannya tidak ada yang salah pilih. Sistem online ini menurutnya memberikan kemudahan bagi para siswa untuk mendaftar ke sekolah yang dituju.

Sesuai jadwal, PPDB Online untuk jalur kawasan digelar sejak 1-3 Juli. Tes Potensi Akademik untuk SMP pada 5 Juli, sementara SMA sederajat pada 6 Juli. Pegumumannya berlangsung pada 7 Juli. Sedangkan pendaftaran jalur umum dibuka mulai 6-9 Juli.

Di Surabaya untuk tingkat SMP terdapat 11 sekolah kawasan, sementara SMA sekitar 12 sekolah kawasan. Untuk sekolah kawasan selain nilia ujian, pihak Diknas juga menggelar Tes Potensi Akademik. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui bakat akademis siswa yang bersangkutan. Proporsinya, 60 persen bobot pertimbangan dari TPA, dan 40 persen dari nilai ujian nasional.

Ikhsan mengatakan, siswa yang tidak diterima di jalur kawasan bisa mendaftar di jalur umum. Persaingan dalam memperebutkan kursi di sekolah negeri, terutama untuk tingkat SMA sederjat cukup ketat. Pasalnya, berdasarkan data Dinas Pendidikan, sebanyak 14 ribu siswa lulusan SMP nilainya rata-rata 8,5.

Sedangkan sebanyak 20 ribu siswa nilainya rata-rata 8. Itu menunjukkan kualitas sekolah di Surabaya hampir merata. Untuk itu, Ikhsan berharap dalam memilih sekolah negeri memertimbangkan faktor jarak atau kedekatan dengan tempat tinggal. 


oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra